Jumat, 30 Oktober 20

Masker Satu Lapis Tidak Efektif Kurangi Penyebaran Covid-19

Masker Satu Lapis Tidak Efektif Kurangi Penyebaran Covid-19
* Masker satu lapis. (Foto: carousell)

Masker satu lapis ternyata tidak efektif’ mengurangi penyebaran virus corona (Covid-19), panduan pemakaian masker harus jelas.

Masker kain yang hanya memiliki satu lapis, seperti buff atau masker scuba yang banyak dijual di pinggir jalan, dipandang ‘tidak efektif’ dalam mengurangi penyebaran virus corona.

Pengamat kebijakan publik dan ahli kesehatan masyarakat menilai bahwa kini saatnya pemerintah menggalakkan sosialisasi penggunaan masker yang lebih berkualitas.

Meski demikian, Deni Kurniadi Sanjaya, pakar kesehatan masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran di Bandung, Jawa Barat, mengatakan bahwa memakai kedua jenis masker tersebut lebih baik daripada tidak memakai masker sama sekali.

“Buff itu kain biasa saja, untuk menahan angin, menahan debu, bakteri pun bisa masuk. Tidak efektif, tidak ada yang menganjurkan pakai buff. Yang dianjurkan adalah memakai masker dan masker yang dianjurkan dipakai adalah masker bedah.

“Karena ketidakmampuan kita semua setiap hari harus ganti masker bedah dan produksinya juga tidak ada waktu [awal pandemi], dibuatlah [anjuran] untuk pakai masker kain itu, dan itu efektifitasnya juga rendah.

“Tapi karena dari dua tempat [sumber penyebaran droplet] itu ditutup, setiap orang pakai masker, tentu saja akan terjadi pengurangan resiko,” jelasnya saat dihubungi BBC Indonesia (16/9).

Pemakaian masker scuba dan buff, yang biasanya hanya memiliki satu lapis kain, menjadi sorotan publik baru-baru ini setelah PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menganjurkan penumpang untuk “menghindari penggunaan jenis [masker] scuba maupun hanya menggunakan buff atau kain untuk menutupi mulut dan hidung.”

“Gunakan setidaknya masker kain yang terdiri dari minimal dua lapisan,” kata wakil presiden komunikasi korporasi PT KCI, Anne Purba, dalam pernyataannya yang dirilis Selasa (15/09).

Elina Ciptadi, salah satu pendiri Kawal Covid-19, organisasi masyarakat pemerhati pandemi Covid-19 di Indonesia, mengatakan pemerintah seharusnya memperjelas panduan pemakaian masker agar masyarakat lebih paham.

“Pertama [panduannya] harus jelas, masker apa yang memang di-endorse oleh pemerintah, tidak usah membuat peraturan yang terlalu kreatif, ikuti saja WHO, yaitu masker tiga lapis yang ada kawat di hidungnya atau surgical mask[masker bedah], dan proteksi supaya harganya tidak melonjak di masyarakat,” kata Elina seperti dilansir BBC Indonesia. (*/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.