Selasa, 7 Desember 21

Masjid-masjid di Jerman Diizinkan Azan Lewat Pengeras Suara

Masjid-masjid di Jerman Diizinkan Azan Lewat Pengeras Suara
* Masjid Agung Koln di Jerman. (CNN)

Masjid-masjid di kota Jerman diizinkan untuk menyuarakan azan lewat pengeras suara saat salat Jumat. Seluruh 35 masjid di Koln, Jerman, diizinkan melantunkan azan melalui pengeras suara.

Izin tersebut diberikan setelah Pemerintah Kota Cologne dan warga Muslim mencapai kesepakatan. Kabar itu disampaikan Pemerintah Kota Cologne pada Senin (11/10/2021).

Dalam kesepakatan tersebut 35 masjid, termasuk yang terbesar Masjid Pusat Cologne, bisa mengumandangkan azan selama lima menit sekitar pukul 3 sore waktu setempat. Masjid Pusat Cologne adalah tempat ibadah umat Muslim terbesar di Jerman.

“Mengizinkan panggilan muazin bagi saya adalah suatu kehormatan,” kata Wali Kota Cologne, Henriette Reker, seperti dikutip dari Reuters.

“Ini menunjukkan keberagaman dihargai dan hidup di Cologne,” tambahnya.

Pemerintah Kota Cologne menyatakan, suara azan yang dikumandangkan akan mematuhi batasan volume pengeras suara. Pengumuman itu sudah pula diberitahu warga yang tinggal di sekitar masjid.

Ada sekitar 4,5 juta warga Muslim yang tinggal di Jerman. Umat Muslim merupakan kelompok minoritas terbesar di negara tersebut.

Izin dikeluarkan setelah tercapai kesepakatan antara pemerintah kota Koln dengan komunitas Muslim yang memohon kelonggaran pembatasan.

Koln punya 35 masjid. Seluruhnya boleh melantunkan azan hingga lima menit setiap Jumat antara siang sampai pukul 03:00 sore. Ijzn ini berlaku untuk dua tahun ke depan.

Masjid Jami Koln, yang dibuka tahun 2018 dan menjadi titik nyala sentimen anti-Muslim yang digerakkan partai sayap kanan, juga boleh mengumandangkan azan lewat pengeras suara.

Komunitas Muslim di Koln terus bertambah dan semakin kuat menyusul masuknya pencari suaka antara 2015 sampai 2016.

“Bagi saya, mengizinkan panggilan shalat adalah tanda hormat,” tulis Henriette Reker, Walikota Koln, di Twitter.

Azan bakal ditingkahi lonceng katedral Koln, gereja Gotik terbesar di Eropa utara. Suara keduanya akan terdengar oleh mereka yang tiba di stasiun kereta api di tengah kota.

“Ini menunjukan keragaman hidup di Koln dihargai,” kata Reker kepada DW.com, Senin (11/10).

Masjid Jami Koln dibangun di bawah aksi protes warga. Pendukung pembangunan masjid, terdiri dari orang-orang non-Muslim, meyakinkan publik bahwa masjid tidak secara rutin melantunkan azan lewat pengeras suara.

Koln juga mengatur soal volume suara azan. Sebelum azan, pihak masjid harus memberi tahu tetangga mereka. Juga tidak azan lima kali sehari.

Sekitar 4,5 juta Muslim tinggal di Jerman, dan menjadi minoritas keagamaan terbesar. (*/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.