Jumat, 21 Februari 20

Maqdir Ismail Sebut Kasus Wahyu Perbedaan Tafsir KPU Atas Putusan MA

Maqdir Ismail Sebut Kasus Wahyu Perbedaan Tafsir KPU Atas Putusan MA
* Acara diskusi bertajuk Ada Apa di Balik Kasus Wahyu? yang digelar Indonesia Law Reform Institute (ILRINS) di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020). (Foto: Kapoy/obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kasus dugaan suap penetapan anggota DPR yang melibatkan mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan masih menjadi perhatian masyarakat.

Anggota Tim Kuasa Hukum DPP PDI Perjuangan Maqdir Ismail menilai, kasus yang menjerat Wahyu bermula dari perbedaan penafsiran KPU atas putusan Mahkamah Agung (MA) mengenai pelimpahan suara caleg terpilih yang meninggal dunia.

Maqdir mengatakan, yang diminta PDI Perjuangan itu dasarnya putusan MA, bahwa partai memiliki kedaulatan melimpahkan suara caleg terpilih yang meninggal dunia.

“Perbedaan ini harus kita kembalikan pada penafsir tunggal perundang-undangan adalah MA, bukan KPU,” ungkap Maqdir dalam diskusi bertajuk Ada Apa di Balik Kasus Wahyu? yang digelar Indonesia Law Reform Institute (ILRINS) di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020).

Sementara itu, pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Yenti Ganarsih, menduga kasus Wahyu ini adalah penipuan. Yenti menyampaikan hal itu karena Wahyu diyakini tidak mampu mengubah putusan KPU yang diputuskan kolektif kolegial bersama komisioner KPU lainnya.

“Kronologis penting bagi penegak hukum untuk melihat modus, kenapa Harun Masiku percaya bisa dibantu jadi anggota DPR?” ungkap Yenti.

“Bisa jadi Harun mau mundur, tetapi Wahyu menawarkan atau memeras, maka dilihat apakah kronologi memenuhi unsur yang ada,” tambah Yenti. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.