Senin, 29 November 21

Manjakan Kuliner dengan Menu Nusantara, Canting Teraskita Hotel Jakarta Pilihannya

Manjakan Kuliner dengan Menu Nusantara, Canting Teraskita Hotel Jakarta Pilihannya
* Restoran yang terletak di lantai 7 Teraskita Hotel Jakarta Managed by Dafam. (Foto: Istimewa)

Jakarta, obsessionnews.comBagi Anda pecinta masakan nusantara, restoran yang terletak di lantai 7 Teraskita Hotel Jakarta Managed by Dafam ini bisa menjadi pilihan tepat untuk Anda memanjakan pengalaman kuliner akan citarasa nusantara. Menyajikan aneka hidangan nusantara yang lezat nan menggoda, dengan ambience yang sungguh nyaman.

Dinding kaca yang mengelilingi tiap sudut resto menawarkan pemandangan kawasan Jakarta Timur dari ketinggian. Apalagi bersantai di area outdoor pada waktu sore hari menjelang malam sembari menikmati pemandangan langit kota Jakarta.

Namun bagi para pebisnis dan profesional kawasan sekitar, bersantai di Canting saat jam makan siang juga bisa menjadi pilihan tepat. Selain menikmati hidangan makan siang yang lezat, tamu pun akan dimanjakan dengan fasilitas hiburan live music untuk sejenak melepas penat.

Bahkan sekadar meeting kecil bersama rekan kerja atau kolega pun bisa dilakukan di resto berkapasitas 80 table seat ini, lantaran tersedia sudut resto semi private yang sangat nyaman. Ingin menggelar social event, seperti pesta ulang tahun, lamaran hingga pernikahan pun bisa diadakan di Canting dengan kapasitas 150 standing party, dengan pilihan harga paket yang terjangkau, mulai dari Rp300.000, net per pax.

Untuk makanan, seperti apa yang menjadi konsep dan misi Canting, yaitu mengangkat masakan tradisional, Canting menawarkan aneka hidangan nusantara yang lezat. Antara lain, Iga Bakar Lengansari yang selama ini menjadi signature dish di Canting. Rasanya sangat lezat, daging iganya sangat lembut dan terasa bumbu yang kaya akan rempah.

“Yang membedakan Iga kami pastinya dari bumbunya. Jadi bumbu Iga ini kita kombinasikan dari bumbu rempah-rempah yang ada di Indonesia. Jadi ada otentik atau ciri khas rasa dari beberapa taste tradisional Indonesia yang ada di Canting Restoran,” ungkap Sous Chef Teraskita Hotel Jakarta Managed by Dafam, Chef Heru Sudrajat dikutip dari majalah Men’s Obsession, Rabu (24/11/2021).

Menu lain yang juga menjadi rekomendasi adalah Iga Wongdo dengan sensasi rasa aneka sambal olahan nusantara, seperti Sambal Matah dan sambal bajak.

Selain itu, Heru juga menghadirkan menu yang terinspirasi dari perjalanan kulinernya ke beberapa kota di Indonesia. Seperti Bakso Rusuk Teraskita yang belum lama dihadirkan di Teraskita ini, terinspirasi dari perjalanannya ketika ke Kota Yogyakarta dan berhasil menarik perhatian para pengunjung.

“Alhamdulillah, untuk bakso rusuk sudah berjalan hampir 3 bulan. Satu bulan itu kita bisa menjual sampai dengan 650 porsi, peminatnya banyak,” ucap Heru.

Soal menu masakan, dia memang selalu berinovasi dalam menghadirkan menu-menu nusantara agar pengunjung tak bosan. Rencananya ia akan menambah menu baru, di antaranya akan menghadirkan Bebek Pencak yang diharapkan bisa kembali menghidupkan kuliner nusantara yang sudah semakin susah dicari.

Western Food ala Teraskita Lounge

Selain Canting, Teraskita Hotel Jakarta Managed by Dafam, juga memiliki Teraskita Lounge yang terletak di lantai Mezzanine. Berbeda dengan Canting yang menghadirkan masakan nusantara, Teraskita Lounge menghadirkan beragam western food yang menggugah selera. Seperti Sirloin Meltique Steak bisa menjadi pilihan, rasanya lezat dengan tekstur dagingnya yang lembut.

Sementara untuk penganan ringan yang bisa menjadi menu sharing ada Tapas Platters yang berisi banyak pilihan snack dalam satu wadah, seperti calamari, chicken wings, nachos, sosis, potato wedges, dan lainnya.

Sementara untuk beverages, tersedia banyak pilihan, mulai dari kopi, Cookies Smooties, mocktail, hingga healthy drink seperti Kiss (Kiwi Strawberry), Haci (honeydew lychee), Moodbooster (nanas, stroberi, lime, soda, symple syrup), dan Green No. 7 (Kiwi, pokcoy, apple, lime, simple syrup).

“Untuk minuman memang lebih ke minuman sehat untuk menetralisir, karena makanan yang kita hidangkan ini kan banyak lemak, santan,” pungkas Heru. (Suci/MO/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.