Rabu, 21 Oktober 20

Maman Abdurrahman: UU Cipta Kerja Keinginan Presiden Jokowi

Maman Abdurrahman: UU Cipta Kerja Keinginan Presiden Jokowi
* Maman Abdurrahman. (Dok Pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Anggota Fraksi Golkar di DPR RI, Maman Abdurrahman meminta kepada mahasiswa dan kaum buruh untuk lebih arif dal menyikapi UU Cipta Kerja, dengan menahan diri untuk tidak melakukan aksi anarkis.

Ia meyakinkan bahwa semua proses pembahasan UU ini sebelum disahkan sudah melalui tahapan dan proses yang dibenarkan secara prosedural. UU ini sejak pertama muncul pada 20 Februari 2020 adalah merupakan keinginan Presiden Joko Widodo.

“Jadi ini merupakan keinginan Presiden Jokowi yang sudah disampaikan sejak tahun lalu,” kata Maman Abdurahman belum lama ini.

Dalam proses Pembentukannya sendiri, tuturnya, pemerintah sudah mengundang dan bertemu dengan stakeholder dari undang-undang ini. Khusus untuk stakeholders perburuhan, Presiden Jokowi bahkan sudah dua kali bertemu dengan perwakilan pekerja atau buruh.

Selain itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga sudah menggelar pertemuan dengan berbagai kalangan, termasuk buruh sebanyak tiga kali. Pertemuan itu dilakukan dalam berbagai kesempatan.

Kemudian pertemuan lainnya juga dilakukan oleh Menko Polhukam Mahfud MD dengan perwakilan buruh sebanyak dua kali. Artinya, pemerintah sudah berusaha untuk menerima masukan dari berbagai pihak berkali-kali.

Selanjutnya Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah juga melakukan pertemuan untuk mendengarkan masukan dari buruh dan pekerja hingga kurang lebih 14 kali. Namun dalam pertemuan pertama, perwakilan dari buruh seperti Said Iqbal dan Andi Gani Nena Wea, memilih untuk walk out.

“Jadi adanya anggapan stakeholders tidak dilibatkan dalam proses pembentukan dan pembahasan RUU Cipta Kerja, tidak benar,” tambah Maman yang juga anggota Komisi VII DPR RI.

Pertemuan dengan buruh lainnya juga dilakukan oleh Badan Legislasi DPR dengan perwakilan buruh secara formal sebanyak satu kali. Namun pertemuan informal yang dilakukan oleh masing-masing fraksi juga berlangsung beberapa kali.

“Ini menunjukkan niat dan Kesungguhan pemerintah dan DPR untuk mendengarkan suara rakyat, suara buruh lewat perwakilan mereka. Sehingga DPR juga mempunyai banyak masukan dari pertemuan itu,” ungkap Maman.

“Artinya proses komunikasi sudah sangat intens dilakukan, namun saya bisa mengerti situasi yang terjadi ini juga diperkuat karena dua hal yaitu kecenderungan psikologis setiap manusia pasti cenderung reaktif apabila menerima sesuatu yang baru lalu yang kedua dikarenakan di dalam UU Omnibus Law ini terdapat beberapa cluster yaitu pertanahan, pertanian, energi, ketenagakerjaan, dan lain-lain digabung menjadi satu oleh karena itu pihak pihak yang terlibat juga cukup banyak bergabung menjadi satu maka dari itu issuenya jadi besar.

Sepanjang pembahasan sendiri juga sudah dilakukan rapat di Baleg sebanyak 64 kali. Apalagi rapat-rapat tersebut direkam dan disebarluaskan secara digital melalui berbagai media, termasuk media sosial yakni Youtube dan Facebook.

“Ini membuktikan jika pertemuan dan rapat-rapat yang digelar berlangsung secara terbuka dan tidak ada yang ditutupi. Semua jejak digitalnya ada sehingga bisa dilacak,” tutur Maman.

Bahkan dari masing-masing Fraksi di DPR juga sudah menggelar rapat dengar pendapat, seperti yang dilakukan dengan perwakilan buruh pada Februari – Maret 2020.

Dari RDP dan pertemuan lainnya, muncul 7197 daftar inventaris masalah menyangkut 15 bab dan 185 pasal. Dari situ akhirnya disetujui menjadi 15 bab dan 175 pasal karena terdapat beberapa pasal yang dikeluarkan dari RUU.

“Itu semua berkat masukan yang didapat DPR dari stakeholder, yang dihadirkan. Jadi pemerintah dan DPR sudah menggelar pertemuan dan banyak mendengarkan masukan bahkan kritik dan masukan itu dipenuhi,” pungkas Maman

“Jadi saya harap agar jangan sampai mau di adu-adu, karena pada akhirnya yang rugi kita sendiri,” ujarnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.