Selasa, 26 Oktober 21

Main Ludruk Akibat Kecilnya Nyandu

Ternyata, para pemain ludruk yang tergabung dalam Kumpulan Ludruk Jakarta (KLJ) mengaku sejak kecil kecanduan nonton kesenian khas Jawa Timuran tersebut. Pengakuan ini diungkapkan Kamis (27/7) malam kepada obsessionnews.com, oleh sejumlah seniman/pelawak anggota KLJ saat menjalani latihan pentas ludruk berjudul “Cak Durasim Pendekar Ludruk” yang akan digelar pada Minggu 6 Agustus 2017 di Anjungan Jawa Timur TMII (Taman Mini Indonesia Indah) Jakarta.

Noni Kirana yang berperan tampil sebagai pengremo dalam lakon “Durasim Pendekar Ludruk” mengaku sejak kecil sangat gemar dengan kesenian ludruk. Bahkan, setiap ada pertunjukan ludruk, dia nonton serius menikmatinya dari adegan awal hingga akhir di dekat panggung.

Noni Kirana

“Waktu dulu itu di lapangan desa ada pertunjukan ludruk, saya ajak bapak dan ibu nonton. Begitu banyaknya penonton akhirnya saya lama-lama terlepas dari orangtua, karena keinginan untuk lebih dekat ke depan panggung. Hingga bapak dan ibu kebingunan mencari-cari saya. Sedangkan saya begitu santainya nempel banget di depan panggung,” kisah Noni yang juga pemain Srimulat ini.

Yang nyandu nonton ludruk diantaranya pelawak Doyok Srimulat. Saking nyandunya dia kelewat nakal mamakai uang bayar sekolah SMA untuk nonton ludruk. “Saya itu sejak kecil sudah senang nonton ludruk. Uang dari kakek saya untuk bayar sekolah 5 bulan dulu gak saya bayarkan, gara-gara saya pakai nonton ludruk,” kisah Doyok sembari terkekeh.

Tessy bersama anggota KLJ.

Pelawak Cak Tessy mengaku dirinya saat kecil dulu sangat gemar nonton ludruk, meski hanya ngintip belaka. “Waktu jaman dulu setiap ada pagelaran ludruk, saya tidak mampu beli tiket masuk. Akhirnya saya cuma bisa ngintip dari luar kamar ganti karena saking pingin taunya siapa saja yang main dalam pagelaran ludruk itu,” ungkap pelawak Srimulat ini.

Yang getol kesenian ludruk adalah pelawak Polo di waktu muda dulu. “Saking pinginnya saya menjadi pemain ludruk, lalu saya memacari adiknya bos yang punya ludruk. Kesenian ludruk khas Jawa Timuran ini sudah melekat di hati saya,” ucap pelawak Srimulat juga.

Sutradara Ludruk KLJ “Durasim Pendekar Ludruk”, Tatok ‘Koplak’ Pranadi yang juga ‘Pentolan’ tim kreatif Cak Lontong.

Lain halnya dengan Tatok ‘Koplak’ Pranadi yang kini menjadi sutradara lakon ludruk “Durasim Pendekar Ludruk”. Dia mengungkapkan di saat muda dulu nyandu nonton ludruk setiap ada pagelaran ludruk, tapi sempat berbuat jahil (nakal).

“Saya punya cerita pengalaman lucu saat nonton ludruk dulu. Pas waktu nonton ludruk semalam suntuk, pengrawitnya yang tukang gamelan yang pegang bonang itu, bonangnya saya tukar posisinya. Saya ambil yang nomor satu saya tukar nomor enam. Nomor enam saya tukar nomor dua, nomor tertentu saya tukar dengan yang lain juga. Begitu pas musik gamelan, tukang gamelannya bangun, pengrawitnya bangun, suara gamelan acak-acakan, dan marah mencari siapa yang merubahnya,” kisah si ‘pentolan’ tim kreatif Cak Lontong ini.

Sutradara “Durasim Pendekar Ludruk” Tatok ‘Koplak’ Pranadi (kanan), dan penyanyi ‘Si Raja Minggat’ Sonny Joss.

Sementara Cak Samad Widodo sebagai Kepala Anjungan Jatim TMII yang menyediakan fasilitas untuk main ludruk menilai, KLJ sekarang telah mulai nampak kemandiriannya dan sudah ada dukungan dari senior-senior ludruk yang ada di Jakarta seperti Cak Nurbuat, Cak Tarzan, Cak Tessy, Cak Doyok, Cak Kadir dan lainnya. “Ludruk harus dilanggengkan,” tuturnya.

Lakon ‘Durasim Pendekar Ludruk’ ini mengisahkan Cak Durasim sebagai pahlawan pribumi melawan tentara Jepang menjajah Indonesia dengan bengis dan keji menyiksa rakyat, bahkan membunuhnya secara kejam bagi yang melawan. Namun, Durasim melakukan perlawanan melalui kesenian di Surabaya. Dia membentuk perkumpulan kesenian ludruk, Melalui lakon dan cerita yang dimainkan Durasim mulai membakar dan mengobarkan semangat rakyat untuk melakukan perlawanan terhadap Jepang.

Anggota KLJ Ninik Chandra yang juga pemain Srimulat.

Ternyata, ada seorang pengkhianat yang melaporkan kepada tentara Jepang bahwa Durasim secara diam-diam telah membakar semangat rakyat untuk melakukan perlawanan terhadap tentara Jepang. Akibatnya, Durasim pun ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian orang) dan dicari dengan menempuh segala cara untuk menangkap Durasim. Meski cerita bersejarah ini dimainkan serius namun dalam berbagai adegannya disisipkan selingan humor sebagai kekhasan ludruk.

Kisah “Durasim Pendekar Ludruk” yang disutradarai Tatok ‘Koplak’ ini ditopang oleh segudang pelawak, seniman dan penyanyi yang menjadi anggota KLJ. Diantaranya: Cak Bathin Mulyono, Cak Bagong, Polo, Tarzan Srimulat, Doyok, Kadir, Gogon, Nurbuat, Isa Nglantur, Memed Mini, Tessy, Lupus, Ragil RM, Toni Gempil, Pangat, Ganis, Bambang, Slamet, Agus Pengampon, dan lainnya. Turut pula penyanyi Si ‘Raja Minggat’ Sonny Joss dan artis sinetron/penyanyi Lusie Baya, dan sebagainya.

Selain itu, ikut memperkuat pula sejumlah seniman wanita, diantaranya Ninik Chandra, Herra Rosa, Sus Ellyn, Sharmilla, Nonik Kirana, Santi, Eva dan Dewi Katayana. Kepengurusan KLJ diketuai oleh Cak Dr Andreas Eno Tirtakusuma SH MH, Sekretaris Lusie Baya, dan Bendahara Dewi Katayana.

Sekretaris KLJ Lusie Baya yang juga penyanyi dan pemain sinetron.

Minimnya minat masyarakat mencintai seni budaya tradisional, menggerakkan tekad KLJ untuk mengadakan Diklat Ludruk di Anjungan Jatim TMII yang diperuntukkan bagi remaja tingkat SMP, SMA dan Mahasiswa. Kesenian ludruk ini dikolaborasikan dengan seni-seni modern dan cerita-cerita rakyat terkini. Diklat tersebut dibagi dengan 3 kategori yakni Pengrawit (Pemusik Tradisional), Penari Remo dan Pemeran Ludruk yang diharapkan nantinya dapat melahirkan generasi baru pecinta kesenian tradisional Jatim khususnya Ludruk.

Pegiat seni, Herry Takariono berharap generasi muda peduli dengan kesenian ludruk dengan ikut ambil bagian di dalamnya. “Terima kasih kepada Anjungan Jatim yang selalu memfasilitasi kegiatan kami. Kami harap peran pemerintah lebih maksimal dalam mempromosikan kesenian khas Jawa Timur ini,” ujar pria yang sehari-hari bekerja di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Semoga ludruk bisa go nasional, dan bahkan go internasional!” serunya. (Red)

Anggota KLJ Sarmilah yang juga penyanyi, pemain sinetron, theatre dan layar lebar.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.