Rabu, 25 November 20

Maduro: Amerika Serikat Pengecut!

Maduro: Amerika Serikat Pengecut!
* Presiden Venezuela, Nicolas Maduro

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pasca penerapan sanksi Amerika terhadap istrinya, menyebut Washington pengecut.

IRIB melaporkan, Departemen Keuangan AS Selasa (25/9) menjatuhkan sanksi kepada istri Maduro dan keluarga dekatnya.

Departemen Keuangan AS menyebut Cilia Flores, istri presiden Venezuela bersama wakil presiden sebagai sosok yang membantu Maduro mempertahankan kekuasaannya.

Menteri Komunikasi Jorge Rodriguez dan Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez juga termasuk individu yang disanksi Amerika.

Berdasarkan sanksi ini, aset individu tersebut dibekukan oleh pengadilan Amerika dan warga Amerika dilarang memiliki hubungan dan transaksi dengan mereka.

AS sebelumnya juga berulang kali menjatuhkan sanksi kepada berbagai petinggi Venezuela termasuk Nicolas Maduro dengan dakwaan merusak proses demokrasi di negara tersebut.

Venezuela selama beberapa bulan lalu dilanda kerusuhan dan aksi demo kubu anti pemerintah. Kubu anti pemerintah Venezuela berusaha untuk menumbangkan Maduro.

Dengan menjatuhkan sanksi dan memberi dukungan finansial kepada kubu anti pemerintah Venezuela, Amerika berupaya menumbangkan pemerintahan negara ini yang anti Washington.

Pembakaran sarana publik, penyerangan kepada polisi, mengobarkan instabilitas dan perampokan hanya secuil aksi brutal demonstran Venezuela dukungan Amerika.

AS Rancang Kudeta terhadap Maduro
Surat kabar The New York Times dalam sebuah laporan menulis bahwa para pejabat AS telah melakukan pertemuan rahasia dengan beberapa komandan militer Venezuela untuk menyusun rencana penggulingan Presiden Nicolas Maduro.

Berdasarkan pengakuan para pejabat Amerika Serikat dan seorang mantan komandan militer Venezuela yang terlibat, rencana kudeta itu telah terhenti.

Komplotan militer Venezuela meminta radio yang dienkripsi untuk dipakai sebagai alat komunikasi di antara mereka sendiri untuk menangkap Maduro dan para petinggi militer. Tetapi AS tidak pernah mengabulkan permintaan itu, dan setelah beberapa kali pertemuan, orang-orang Venezuela menjadi frustrasi.

Pemerintahan Maduro kemudian memenjarakan puluhan konspirator, meskipun banyak yang masih buron.

Di antara mereka yang mengecam pertemuan rahasia itu adalah Presiden Evo Morales dari Bolivia, yang menyebut rencana itu sebagai konspirasi kudeta Trump.

Pada Agustus 2018, Presiden Donald Trump telah meminta masukan tentang kemungkinan menyerang Venezuela. Dia mengangkat gagasan itu saat pertemuan untuk membahas sanksi yang dikenakan AS terhadap Venezuela yang kaya minyak. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.