Selasa, 20 Agustus 19

Luhut: Kepentingan Saya Apa Hadir dalam Pertemuan Prabowo-Jokowi

Luhut: Kepentingan Saya Apa Hadir dalam Pertemuan Prabowo-Jokowi
* Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: dokumen pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sejak Pilpres 2019 selesai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, sudah diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengatur pertemuan dengan Prabowo Subianto.

Pertemuan antara Prabowo dan Jokowi pun akhirnya terwujud di Stasiun MRT Lebak Bulus menuju Senayan pada Sabtu (13/7/2019). Namun saat pertemuan tersebut Luhut tidak hadir. Bahkan dikabarkan yang menginisiasi pertemuan kedua tokoh tersebut adalah Kepala BIN Budi Gunawan. Ia tampak mendampingi Jokowi.

Ketidakhadiran Luhut membuat orang bertanya-tanya kemana sosok orang yang kerap dipercaya Jokowi mengurusi persoalan penting di negeri ini. Menanggapi hal itu, Luhut menyebut dirinya tidak memiliki kepentingan untuk hadir dalam pertemuan antara Jokowi dan Prabowo. Menurut Luhut pertemuan itu tidak digagas oleh satu orang, namun tim.

“Emang kepentingannya saya hadir apa? Saya juga masih bicara-bicara kalau [pertemuan] itu bagus yang dibuat itu. Saya kira itukan kerjaan tim, jadi bukan kerjaan satu orang aja, kenapa musti tampil-tampil,” kata Luhut di Kemenko Kemaritiman, Selasa (16/7/2019).

Di samping itu, Luhut sempat berbincang dengan Jokowi mengenai pertemuannya dengan Capres nomor urut 02. Menurut Luhut, berdasarkan cerita Jokowi, pertemuan itu berjalan cukup baik dan tidak menimbulkan masalah apapun.

“Bagus kan. Tadi malam Jokowi cerita-cerita, baik kok semua. Enggak ada masalah,” kata Luhut.

Pertemuan Jokowi dan Prabowo di MRT yang dilanjutkan makan bersama di Senayan merupakan kali pertama keduanya saling berjumpa usai Pilpres 17 April 2019. Pertemuan ini diapresiasi banyak kalangan sebagai salah satu langkah positif untuk menenangkan para pendukung.

Namun ada juga pendukung Prabowo yanng malah mengkritik pertemuan tersebut. Mereka menganggap Prabowo mulai melunak dengan pemerintah dan beranjak masuk ke kubu koalisi. Dugaan itu pun segera dibantah Gerindra.

Ketua DPP Gerindra Sodik Mudjahid sempat mengatakan bahwa kerja sama yang baik adalah beroposisi demi membangun bangsa, bukan rezim.

“Oposisi tidak kalah mulia. Bagaimana mungkin tanpa oposisi, pemerintah hanya satu sisi. Harus ada oposisi yang kuat, loyal,” katanya di Gedung DPR Senin (15/7/2019).

Belum diketahui bagaimana kelanjutan pertemuan bersejarah antara dua tokoh tersebut. Kedua tokoh ini dikabarkan akan kembali bertemu dalam waktu dekat untuk menyatukan visi kebangsaan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.