Kamis, 4 Juni 20

‘Lockdown’ di Beberapa Daerah

‘Lockdown’ di Beberapa Daerah
* Hendrajit. (Foto: dok. pribadi)

Oleh: Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, dan Direktur Eksekutif Global Future Institute

 

Kalau mengharapkan kepala daerah mbalelo pada pemerintah pusat terkait lockdown berdasarkan otonomi daerah (otda), saya kira itu ilusi besar dan khayal tingkat dewa. Bahkan bisa fatal. Pertama, meski dari dulu isu pusat-daerah merupakan isu sensitif, namun sejatinya tetap masalah antar elite penguasa, dan masih tetap bertautan dengan hasil koalisi antar elite parpol yang sejatinya juga tetap orang-orang pusat juga. Atau orang daerah yang main di pusat.

Kesalahan strategis kedua seolah-olah kepala daerah bisa bergerak sendiri secara independen untuk menggerakkan seluruh kekuatan-kekuatan dinamis masyarakat di daerah. Kenyataan yang justru terjadi adalah sebaliknya. Dalam situasi yang begitu krusial kayak menghadapi pandemi seperti sekarang ini, beberapa kepala daerah justru sangat bergantung pada masukan dan inisiatif dari daerah.

Sehingga kalaupun ada kesan bahwa daerah mbalelo terkait soal penanganan Covid-19, bisa jadi karena begitu kuatnya dinamika dan inisiatif masyarakat daerah. Sehingga kepala daerah justru jadi eksekutor menindaklanjuti inisiatif masyarakat. Masalah krusial di sini, salah besar kalau kemudian ini dipandang sebagai sikap mbalelo kepala daerah. Karena ini justru menggambarkan inisiatif yang kuat dari daerah. Salah satu contohnya adalah Yogyakarta. Dan juga di beberapa daerah lain.

Saya justru melihat inisiatif berbagai elemen masyarakat daerah terjadi di beberapa daerah yang kuat ikatan kultural antara masyarakat dan berbagai pemimpin informal. Seperti Tasikmalaya dan Yogyakarta. Sehingga kepala daerah justru ikut maunya masyarakat.

Jadi kalau daerah beda dengan pusat, jangan-jangan karena mereka sudah menemukan mekanisme kearifan lokal untuk mengatasi soal pandemi ini sesuai kultur dan natur daerahnya. Bukannya mbalelo. Apalagi memberontak.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.