Jumat, 28 Februari 20

Liverpool Tim Paling Bersih Di Eropa

Liverpool Tim Paling Bersih Di Eropa
* Liverpool

Jalan Liverpool menuju gelar Liga Primer Inggris musim 2019/20 ini seakan tidak terbendung, apalagi pasukan Jurgen Klopp itu baru saja mengalahkan Manchester United 2-0 di Anfield, Minggu (19/1).

Liverpool adalah tim yang paling sedikit melakukan pelanggaran per pertandingan. The Reds memastikan kemenangan berkat dua gol dari Virgil van Dijk pada menit ke-14 dan Mohamed Salah di pengujung laga.

Saat ini, Liverpool kokoh di puncak klasemen sementara Liga Primer dengan perolehan 64 poin dari 19 pertandingan, unggul 16 poin atas Manchester City, yang memiliki laga satu lebih banyak.

Menurut data survei dari CIES Football Observatory yang dipublikasikan pada Senin (20/1) hari ini, The Reds tercatat sebagai tim paling bersih di Eropa pada musim ini.

Liverpool hanya melakukan 8,1 pelanggaran per pertandingan sejauh musim 2019/20 ini, sebagai yang terendah dari klub mana pun di 35 liga domestik Eropa.

Liga Primer Inggris menampilkan pelanggaran paling sedikit per pertandingan (20,4) dari 35 kompetisi yang disurvei dan delapan dari 18 peringkat teratas dalam klasemen Fair Play adalah klub-klub Inggris.

Selain The Reds ada Newcastle United, Bournemouth, Leicester City, Chelsea, Norwich City, Tottenham Hotspur, dan Manchester City.

Di peringkat kedua adalah klub asal Denmark, Silkeborg, sedangkan Hamburg ada di urutan ketiga.

Liga Super Denmark tercatat ada di peringkat kedua dalam urusan melakukan pelanggaran terendah per pertandingan (21), sementara Eredivise Belanda ada di urutan ketiga (21,6).

Rata-rata jumlah pelanggaran per pertandingan di semua liga adalah 27,2.

Syarat Liverpool Jadi Juara EPL Tercepat
Liverpool terus mencapai level baru dalam perjalanan mereka mengejar gelar Liga Primer Inggris (EPL) musim 2019/20. Liverpool sudah unggul 16 poin di puncak dan mereka punya potensi untuk memecahkan rekor sebagai juara EPL tercepat.

Selepas pekan ke-23 bergulir pada akhir pekan lalu, Liverpool seperti tinggal menunggu waktu untuk menjadi juara. Itu lantaran jarak The Reds dengan pesaing terdekatnya, Manchester City, terus menganga lebar.

Menyusul kemenangan 2-0 atas Manchester United yang dibarengi hasil seri 2-2 antara Man City dan Crystal Palace, pasukan Jurgen Klopp kini sudah unggul 16 poin di puncak klasemen. Bahkan gap tersebut bisa lebih jauh lantaran Liverpool masih menyimpan tabungan satu laga.

Melihat sedemikan besarnya jarak antara peringkat satu dan dua serta terus menggilanya performa Liverpool, wajar apabila diskusi soal potensi The Reds menjadi juara EPL tercepat sepanjang sejarah terus diapungkan.

Juara EPL tercepat saat ini masih dipegang Manchester United ketika menjadi kampiun di musim 2000/01. Kala itu, skuad Sir Alex Ferguson menyegel titel liga pada 14 April 2001 saat musim menyisakan lima pertandingan.

Kampiun musim 2017/18, Manchester City, cuma lebih lambat satu hari dari rival sekotanya itu. Armada Pep Guardiola ketika itu juga menyisakan lima laga untuk memastikan juara pada 15 April 2018.

Liverpool punya potensi besar untuk mengalahkan rekor duo Manchester itu. Syaratnya, Sadio Mane dkk. mampu memenangi sepuluh pertandingan beruntun, dengan catatan City juga menang terus di sembilan laga berikutnya.

Jika skenario pertama ini berlaku, Liverpool akan meraup 94 poin, sementara City 75 poin yang membuat perolehan angka The Reds tak terkejar di sisa enam laga.
Adapun jika City tergelincir, tentu saja Liverpool bisa mengunci gelar lebih cepat.

Potensi The Citizens untuk tergelincir sangat besar menilik lawan-lawan mereka berikutnya yang di atas kertas lebih berat ketimbang Liverpool.

Namun jika skenario pertama yang berlaku, segalanya akan terasa sempurna karena di laga penentuan — pekan ke-32, 4 April 2020 — Liverpool dijadwalkan akan menghadapi Man City! (goal.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.