Minggu, 9 Agustus 20

LBH Terima Laporan 50 Mahasiswa Hilang Pasca Aksi Kerusuhan di DPR

LBH Terima Laporan 50 Mahasiswa Hilang Pasca Aksi Kerusuhan di DPR
* Demo mahasiswa di depan gedung DPR menolak pengesahan sejumlah RUU, Selasa (24/9). (Foto; Edwin Budiarso / OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pasca kerusuhan aksi di depan gedung DPR, Selasa (24/9) banyak laporan yang diterima Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta tentang mahasiswa yang hilang. Setidaknya ada 50 mahasiswa yang dilaporkan belum ditemukan keberadaanya.

LBH pun mendesak agar kepolisian sebaiknya segera menjelaskan keberadaan para mahasiswa. Penjelasan itu penting dibutuhkan demi transparansi apakah mereka ditangkap lalu diperiksa atau sudah dilepas.

“Ada yang mengatakan temannya ditangkap, ada yang belum kembali, mereka khawatir karena polisi menyisir berbagai wilayah,” kata Direktur LBH Jakarta, Arief Zulkifli di kantornya, Jakarta, Rabu (25/9/2019) malam.

Dari jumlah itu, rinciannya antara lain sebanyak 26 mahasiswa dari Universitas Singaperbangsa Karawang, 6 mahasiswa dari Universitas Jenderal Ahmad Yani, 2 mahasiswa dari Universitas Padjajaran, 4 mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta, 2 mahasiswa dari Institut Kesenian Jakarta, dan 5 mahasiswa dari Universitas Yarsi.

Beda Penanganan

Berbeda dengan mahasiswa, penanganan anak STM dinai lebih transparan. Mahasiswa yang ikut demo memang sudah tergolong usia dewasa. Adapun anak-anak STM umumnya masih di bawah umur.

Kendati begitu, kepolisian semestinya juga mengumumkan mahasiswa yang ditangkap seperti halnya yang dilakukan terhadap anak-anak STM.

Polres Metro Jakarta Utara, misalnya, telah mengembalikan ratusan pelajar kepada sekolah dan orangtua masing-masing. Para pelajar itu ditangkap oleh aparat kepolisian saat terlibat aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di sejumlah kawasan di Jakarta Utara, Rabu (25/9/2019).

“Kita amankan pelajar itu, dan kita kembalikan mereka dengan menggunakan kendaraan dua truk besar,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto .

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, juga menjelaskan bahwa sekitar 200 anak STM dibawa ke Polda untuk diperiksa.

Mereka bahkan sudah dijenguk oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, tadi malam.

Menurut Kak Seto, sampai saat ini pihak kepolisian masih membutuhkan waktu untuk mendata para pelajar yang diamankan. Selain itu, lanjutnya, pihak kepolisian juga tengah menggali motif mereka ikut terlibat dalam aksi demo tersbut.

“Mungkin dalam 1-2 hari ini, kami akan dipanggil untuk bisa langsung bertemu dengan para terduga pelaku, kami hanya ingin tahu motivasi dari mereka, kemudian apakah ada yang menggerakkan,” tutur Kak Seto. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.