Kamis, 24 Juni 21

LaNyalla: Pengelolaan Pesantren dengan Baik Bisa Jadi Penggerak Roda Perekonomian

LaNyalla: Pengelolaan Pesantren dengan Baik Bisa Jadi Penggerak Roda Perekonomian
* Ketua DPD RI saat berbicara di Pondok Pesantren Al-Falah, Karangharjo Silo, Jember, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

Jakarta, obsessionnews.com – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memberikan dukungan kepada Peta Jalan Kemandirian Pesantren (PJKP) Kementerian Agama dalam memaksimalkan pengelolaan pesantren.

Menurut dia, pesantren yang dikelola dengan baik bisa menjadi penggerak roda perekonomian untuk warga sekitarnya.

“PJKP Kementerian Agama harus dikelola dengan baik. Karena, tidak semua pesantren memiliki potensi kemandirian. Bahkan, masih ada pesantren yang masih membutuhkan banyak bantuan,” ujar LaNyalla dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Selasa (23/3/2021).

Senator asal Jawa Timur ini menilai, pemberdayaan pesantren yang dikelola dengan baik akan dapat menjadi penggerak roda ekonomi warga sekitarnya.

“Namun, kondisi sebaliknya bisa terjadi jika pesantren tidak dikelola dengan baik,” ucapnya.

Pesantren yang mampu mengelola potensi kemandirian, akan mampu mengembangkan ekonomi melalui berbagai kegiatan, seperti koperasi atau lembaga keuangan syariah, ekonomi agrobisnis, peternakan dan perikanan bahkan pengembangan IT.

“Umumnya pesantren yang belum memiliki potensi ekonomi dan belum punya jaringan ataupun produk biasanya kebanyakan persantren salaf, dan ini yang harus menjadi fokus dan pendampingan yang serius,” kata Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu.

Jika memungkinkan, Ketua DPD RI ini berharap dibuatkan jejaring koneksi antar pesantren seperti menggunakan jaringan forum komunikasi dan silaturahmi antar pesantren.

“Melalui cara ini, mereka dapat dibentuk menjadi mitra antar pesantren dan potensi-potensi ekonomi dapat dikonsentrasikan,” katanya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.