Jumat, 22 Oktober 21

LaNyalla Berharap Ada Kepastian Pelaksanaan Ibadah Haji 2021

LaNyalla Berharap Ada Kepastian Pelaksanaan Ibadah Haji 2021
* Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: istimewa)

Surabaya, obsessionnews.com –  Belum pastinya pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 membuat Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti bereaksi. Ia mendukung upaya pemerintah yang meminta kepastian kepada pemerintah Arab Saudi.

LaNyalla menuturkan, pelaksanan Ibadah Haji sangat penting bagi umat Islam. Terlebih ibadah ini adalah rukun Islam kelima.

 

Baca juga:

LaNyalla Bangga Dokter Perempuan Pertama di Indonesia Marie Thomas Jadi Google Doodle

Bertemu LaNyalla, HIMPSI Harap RUU Praktik Psikologi Segera Disahkan

LaNyalla Minta Persiapan PON XXI 2024 Dilakukan dari Sekarang

 

“Saya rasa bukan hanya umat muslim di Tanah Air yang membutuhkan kepastian. Seluruh muslim di dunia juga menunggu keputusan dan teknis pelaksanaan haji tahun ini,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/2/2021).

Menurutnya, ibadah merupakan hal yang mendasar dan primordial.

“Tidak itu saja, kita juga membutuhkan persiapan apalagi sekarang masih dalam pandemi. Semua harus dipersiapkan dengan matang,” tandasnya.

Untuk itu senator asal Jawa Timur (Jatim) ini berharap pemerintah terus melobi pemerintah Arab Saudi agar kepastian itu bisa didapat.

Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) harus terus melobi pemerintah Arab Saudi mengenai tenggat keberangkatan haji dan mampu memastikan serta menjamin kesehatan para calon jemaah. Harus ada seleksi yang ketat dan tentunya tidak boleh menimbulkan dampak yang besar bagi calon haji (calhaj) yang tidak dapat berangkat.

Salah satu hal yang juga disorot LaNyalla adalah penyediaan vaksin untuk calhaj.

“Calhaj harus mendapatkan vaksin, dan mereka harus mendapatkan prioritas dan dipersiapkan dari sekarang. Hal ini dalam rangka mempersiapkan, juga antisipasi jika kuota haji telah diberikan Pemerintah Arab Saudi,” jelasnya

Mantan Ketua Umum Kadin Jatim ini menambahkan, Kemenag juga harus mempersiapkan permasalahan teknis.

“Harus ada antisipasi sejak awal, seperti cara beribadah di tengah pandemi, pendanaan serta resiko-resiko yang dapat terjadi. Masyarakat, utamanya calhaj, harus diberikan informasi teknis pelaksanaan haji di masa pandemi, yang ada perbedaan dari sebelumny,” tutur LaNyalla. (ali/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.