Jumat, 7 Agustus 20

Lacak Hewan yang Terancam Punah, Google Luncurkan Teknologi AI

Lacak Hewan yang Terancam Punah, Google Luncurkan Teknologi AI
* Wildlife Insights merupakan platform berteknologi AI (Artificial Intelligence) yang membantu melacak spesies yang terancam punah. (Foto: wildlifeinsights.org)

Jakarta, Obsessionnews.comWorld Wide Fund for Nature (WWF) merupakan sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan menyebutkan, populasi mamalia, burung, ikan, reptilia, dan amfibi di seluruh dunia telah menyusut 60% sejak periode 1970-an.

Sebuah laporan global dari PBB juga menemukan bahwa satu juta spesies binatang terancam punah saat ini. Bahkan banyak di antaranya mungkin akan punah dalam satu dekade ke depan.

Dikutip dari laman Google pada Rabu (18/12/2019), Google bersama tujuh organisasi konservasi lingkungan terkemuka dari seluruh dunia meluncurkan platform konservasi baru, yakni Wildlife Insights. Wildlife Insights merupakan platform berteknologi AI (Artificial Intelligence) yang membantu melacak spesies yang terancam punah.

“Dengan platform ini, organisasi konservasi lingkungan dapat secara otomatis mengidentifikasi hewan dalam gambar yang diambil kamera sensor gerak mereka,” tulis blog resmi Google.

Selain itu, mereka bisa mendapatkan gambaran umum tentang spesies yang terancam punah di seluruh dunia, sehingga memudahkan para pembuat kebijakan dan konservasionis untuk membuat keputusan yang berdasar tentang cara melindungi spesies sebelum mereka punah beserta fokus lokasinya.

Selama bertahun-tahun, ahli biologi telah menggunakan kamera sensor gerak untuk mempelajari binatang liar. Walau begitu, mereka belum memiliki cara untuk membagikan dan memadukan data. Ini adalah masalah yang sangat besar dalam hal manajemen data.

Para konservasionis harus menghabiskan berjam-jam untuk menafsirkan gambar dari kamera sensor gerak mereka, padahal banyak di antaranya hanyalah gambar kosong, menampilkan daun, atau menunjukkan sesuatu yang tidak bernilai.

Sekarang, mereka dapat berfokus pada upaya pelestarian. Peneliti dapat mengupload data ke Google Cloud dan menganalisis citra dengan model AI pengidentifikasian spesies yang disediakan Google, memvisualisasikan margasatwa dengan Google Maps, dan membuat laporan untuk membagikan insight ini kepada pihak lain. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.