Minggu, 8 Desember 19

Kronologi Pemerkosaan dan Pembunuhan Sadis Calon Mahasiswi

Kronologi Pemerkosaan dan Pembunuhan Sadis Calon Mahasiswi
* Ilustrasi kasus pembunuhan dan pemerkosaan. (Foto: Medsos)

Tidore, Obsessionnews.com – Pemerkosaan yang menimpa Calon mahasiswi GWK alias K (19), warga Desa Tahane, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halhamera Utara, Provinsi Maluku Utara, tergolong sadis. Sebab, bukan hanya diperkosa, korban juga dibunuh. Parahnya lagi pelaku M Irwan Tutuwarima alias Ronal (35) pernah dipenjara terkait kasus pemerkosaan.

Kronologi kasus ini bermula saat korban berangkat dari rumahnya di Desa Tahane, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara pada Selasa, 16 Juli 2019 pukul 07.30 WIT. Dia hendak ke Kota Sofifi, ibu kota Provinsi Maluku Utara, dan selanjutnya mengikuti seleksi di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.

Saat itu, pelaku yang menjadi sopir angkot Sofifi-Tobelo, mencari penumpang di sekitar Malifut. Korban kemudian menumpang mobil yang dikendarai pelaku menuju Sofifi. Dia jadi satu-satunya penumpang.

Dalam perjalanan, pelaku yang sudah berniat buruk tiba-tiba membawa mobilnya ke arah lain, di jalan belakang Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Setelah menemukan tempat yang dinilai aman, pelaku menghentikan mobilnya.

Dia lalu memerkosa korban di mobilnya. Dengan keji, pelaku selanjutnya membunuh korban dengan cara mencekik lehernya menggunakan karet pintu mobil yang diambil dari kantong kursi di mobil.

Setelah memastikan korban tewas, pelaku membawa mayat korban ke Dusun Lukulamo, Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah. Untuk menghilangkan jejak, pelaku membuang mayat korban di semak belukar di sana, lalu menutupinya menggunakan terpal coklat.

Pelaku membawa barang-barang korban dan sebagian dibuang ke tempat lain seperti dompet, sepatu, dan tas. Setelah itu, pelaku pergi meninggalkan lokasi itu dan lari ke Kota Tidore Kepulauan.

“Jadi kejadian ini ada tiga lokasi. Pertama, korban menaiki mobil dari Kecamatan Malifut. Pembunuhannya di wilayah Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Lalu jenazah korban dibuang di wilayah Desa Lelilef Weibulan, Kecamatan Weda Tengah,” kata Direktur Reskrimum Polda Malut Kombes Pol Anton Setiyawan di Mapolres Polda Malut, Sabtu (20/7/2019).

Karena korban tidak kunjung pulang ke rumah, pihak keluarga pun curiga dan berusaha mencari informasi. Sampai akhirmya keluarga korban kemudian membuat laporan ke ke Polsek Malifut, Polres Halmahera Utara.

Polisi kemudian melacak keberadaan pelaku yang diduga terkait dengan hilangnya korban. Informasi mengenai pelaku juga beredar di Facebook. Pencarian korban dan pelaku terbantu oleh warga yang memberikan informasi.

Polisi juga mendapat informasi mengenai pengiriman sepeda motor milik pelaku dari tempat tinggalnya Kecamatan Malifut, Halmahera Utara, Kamis (18/7/2019). Sementara pelaku diketahui sudah tidak di Malifut, melainkan di Tidore. Selanjutnya, polisi menyelidiki tujuan pengiriman sepeda motor pelaku, yang ternyata saudara calon istrinya.

Dari keterangannya, polisi berhasil menangkap pelaku di tempat persembunyian, rumah salah satu rekannya di Kelurahan Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan.

Pelaku yang ditangkap polisi mengakui perbuatannya memerkosa, membunuh korban, lalu mencuri barang-barangnya. Polisi juga mengumpulkan barang bukti terkait aksi bejat pelaku.

Mayat korban ditemukan pada Kamis (18/7/2019), dalam kondisi setengah telanjang, ditutupi terpal, dan dedaunan kering di semak belukar di Dusun Lukulamo, Desa Lelilef Weibulan, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.

“Motif pelaku memang ingin menguasai harta benda korban. Sebelum dikuasai, si korban diperkosa dulu, dibunuh, lalu diambil barang-barangnya,” kata Anton.

Pelaku juga diketahui merupakan residivis kasus pemerkosaan yang terjadi pada tahun 2006 di Halmahera Timur. Saat itu, pelaku divonis empat tahun penjara dan bebas pada awal tahun 2010.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana, subsider Pasal 339 tentang Pembunuhan Diawali dengan Tindak Pidana Lainnya, dan Pasal 285 tentang Pemerkosaan, dan Pasal 365 tentang Pencurian dan Kekerasan yang Mengakibatkan Orang Meninggal Dunia. Ancaman maksimalnya hukuman mati atau penjara seumur hidup. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.