Selasa, 29 September 20

KPK Harus Panggil Cak Imin

KPK Harus Panggil Cak Imin
* Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Foto: f-news)

Jakarta, Obsessionnews.com – Dengan tertangkapnya buronan Djoko Soegiarto Tjandra, seharusnya KPK malu terhadap lembaga kepolisian. Kepolisian saja bisa menangkap buronan Djoko Soegiarto Tjandra, tetapi sampai sekarang buronan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang bernama Harun Masiku seperti dibiarkan.

Demikian disampaikan Koordinator Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska) Adri Zulpianto bersama para pimpinan LSM Anti Korupsi lainnya, Senin (3/8/2920).

Lebih lanjut Adri Zulpianto memaparkan, belum tertangkapnya Harun Masiku oleh KPK, berarti lembaga anti rasuah ini masih berutang dosa kepada publik. Makanya saat ini, KPK harus menuntaskan menangkap buronan Harun Masiku, baru publik puas dengan kinerja KPK.

Kemudian kasus lain yang saat ini jadi sorotan publik adalah tidak seriusnya KPK mendalami dugaan aliran dana ke Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, terkait perkara suap proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Dibilang tidak serius karena KPK baru satu kali memeriksa Cak Imin di KPK. Setelah KPK memeriksa Cak Imin pada Rabu 29 Januari 2020, kasus ini seperti lenyap ditelan pandemi Covid-19. Padahal adanya aliran uang ke Cak Imin itu mulanya terungkap dalam surat permohonan justice collaborator (JC) yang diajukan mantan politikus PKB Musa Zainuddin yang telah lebih lu ditetapkan menjadi terpidana perkara suap tersebut.

Keterangan Musa Zainuddin tentang aliran dana ini bukan main-main, tidak bisa juga dijadikan bagian candaan buat KPK. Tetapi yang jelas keterangannya ini serius, dan informasi juga valid, tinggal KPK menguji beberapa bukti dan memanggil lagi saksi saksi lainnya.

Maka untuk itu ALASKA pertama meminta kepada KPK untuk segera mengungkap kasus suap tersebut. Jangan sampai kasus tersebut terlalu lama disimpan oleh KPK karena bisa bisa dimakan rayap.

Kedua, KPK segera panggil lagi cak Imin ke kantor KPK. Agak janggal KPK ini, bila memanggil Cak Imin baru satu kali saja. Seharusnya Cak Imin itu harus dipanggil beberapa kali ke KPK sebagai tanda keseriusan KPK dalam menyidik aliran duit tersebut.

ketiga, jangan lupa segera panggil wakil ketua MPR Jazilul Fawaid ke kantor KPK. Di mana Jazilul Fawaid ini adalah anak buah Cak Imin. Menurut Musa Zainuddin, uang yang diterimanya dari Abdul Khoir tak dinikmatinya seorang diri. Tapi sebanyak Rp 6 miliar diserahkan kepada Sekretaris Fraksi PKB kala itu Jazilul Fawaid di kompleks rumah dinas anggota DPR. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.