Sabtu, 7 Desember 19

Komisi VII DPR Temukan Sampah Impor Berbahan Plastik di Mojokerto

Komisi VII DPR Temukan Sampah Impor Berbahan Plastik di Mojokerto
* Ridwan Hisjam saat mengunjungi PT Pakerin di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: Humas DPR)

Jakarta, Obsessionnews.com – Dari hasil kunjungan Komisi VII DPR ditemukan adanya sampah impor. Sampah impor yang mengandung plastik itu digunakan pabrik tahu di Mojokerto untuk proses pembakaran. Padahal, sampah impor ini jika tidak dibakar dengan suhu lebih dari 800 derajat celcius, dapat menyebabkan penyakit kanker.

Untuk itu, Wakil Ketua Komisi VII Ridwan Hisjam mendukung adanya usulan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk membangun pusat daur ulang (recycle) sampah. Tujuannya agar sampah itu tidak berserakan dan bisa menimbulkan penyakit.

“Kami sudah meminta kepada Kementerian LHK, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kabupaten, agar menyiapkan tanah, nanti dorong anggaran APBN masuk disitu untuk menyiapkan pusat recycle sampah, sehingga sampah-sampah itu tidak tercecer di rumah-rumah tangga yang menyebabkan penyakit,” kata Ridwan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/7/2019).

Legislator Dapil Jawa Timur itu mengunjungi PT Pakerin di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Jumat (5/7/2019) kemarin. Menurut Ridwan, pembangunan pusat recycle sampah sudah menjadi bagian dari tugas pemerintah, kemudian DPR RI akan melakukan pengawasan lebih lanjut.

“Jalan yang terbaik menurut saya adalah pemerintah yang menyiapkan pusat recycle sampah untuk masyarakat kecil yang membuat tahu di Mojokerto. Menurut saya untuk saat ini, itu adalah solusi yang terbaik,” saran Ridwan.

Ia mengatakan, tidak akan menutup atau meberhentikan pengusaha tahu yang menggunakan sampah impor berbahan plastik. Mengingat roda ekonomi masayarakat harus didukung agar terjadi perputaran ekonomi di bawah. Meski, ia yakin industri tahu rumahan, ketika melakukan pembakaran suhunya kurang dari 800 derajat celcius.

“Bayangkan udara berpolusi mencemari lingkungan, dan itu ada di sentra-sentra industri rumah tangga,” ucap Ridwan.

“Inilah sebabnya mengapa kita meninjau pabrik-pabrik yang mengimpor sampah, karena ini menyangkut masyarakat banyak. Sayangnya masyarakat bawah yang usahanya kecil tidak diberitahu akibatnya jika menggunakan sampah mengandung plastik untuk membakar bahan tahu,” tutup politisi fraksi Partai Golkar itu. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.