Senin, 9 Desember 19

KJRI Jeddah dan Bank Indonesia Gelar Halal Investment Forum

KJRI Jeddah dan Bank Indonesia Gelar Halal Investment Forum
* Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah bekerja sama dengan Bank Indonesia menggelar Indonesia Halal Economy Investment  Forum 2019 di Jeddah,  Rabu, 18 September 2019, di Balai Nusantara, Wisma Konsul Jenderal RI. Foto: KJRI Jeddah)

Jeddah — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah bekerja sama dengan Bank Indonesia menggelar Indonesia Halal Economy Investment  Forum 2019 di Jeddah,  Rabu, 18 September 2019, di Balai Nusantara, Wisma Konsul Jenderal RI.

Hadir dalam kegiatan ini Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI Rizal Purnama, Direktur Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Diana Yuanita, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC),   Sapta Nirwandar,  beserta sejumlah perusahaan Indonesia.

Selain itu hadir pula dalam kegiatan tersebut CEO DinarStandard, perusahaan riset yang berkantor di Dubai dan New York, Rafi-uddin Shikoh, para pegiat industri halal, pengusaha dan kalangan media dari negara setempat.

Dalam sambutannya Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin menyatakan, forum yang terselenggara ini merefleksikan sinergi yang solid antara kalangan dunia usaha dan pemerintah.

Kita bergandengan tangan dalam memajukan kerja sama di bidang ekonomi dan investasi untuk kemakmuran bagi Indonesia dan Arab Saudi ,” ucap Konjen.

 Konjen menambahkan, penyelenggaraan forum ini sejalan dengan ambisi Pemerintah Saudi yang tertuang dalam Visi 2030, yang salah satunya adalah deversifikasi ekonomi, dan mengurangi ketergantungan pada minyak.

Sementara itu Direktur Timur Tengah Rizal Purnama menyebutkan, potensi dan peluang industri halal secara global cukup besar dan menjanjikan. Nilainya mencapai sekitar 2,1 triliun dolar AS.

 Hal ini membuat segmen konsumen industri halal menjadi salah satu yang tercepat pertumbuhannya di dunia,” ujar Rizal.

Sayangnya, imbuh Rizal, mayoritas yang mendapatkan manfaat dari industri halal ini adalah negara-negara non-Muslim, antara lain  Brazil, India, Australia, China dan Thailand.

Arab Saudi menduduki ranking keempat dalam keuangan Islam, dengan asetnya yang hampir mencapai 500 juta dolar yang di 129 lembaga keuangan Islam. Di bidang farmasi dan kosmetik, Arab Saudi masuk dalam daftar 10 besar.

Dengan statusnya sebagai pusat dunia Islam dan sejalan dengan Visinya 2030, Arab Saudi berpeluang besar menjadi entitas terdepan di bidang industri halal.

Sebagai pendukung terselenggaranya forum ini, Direktur Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Diana Yuanita berpandangan  ada indikasi kuat ekonomi dan industri halal akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Saya berharap pertemuan kita hari ini dapat memperkaya wawasan seputar bisnis dan indusrri halal dan memberikan nilai melalui kemitraan strategis antara pelaku bisnis halal di Indonesia dan Arab Saudi,” kata Diana.

Ketua dan penggagas IHLC,  Sapta Nirwandar juga menyampaikan bahwa kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Arab Saudi semakin menguat pascakunjungan petinggi dua negara tersebut.  

Di sisi lain,  Rafi-uddin Shikoh, CEO DinnarStandard, menyampaikan bahwa delegasi perusahaan yang turut serta dalam forum tersebut mewakili berbagai bidang usaha utama yang memberikan peluang ekspor bagi Indonesia.

Di puncak acara, para peserta melakukan business matching yang mempertemukan industri halal Indonesia dengan investor potensial Arab Saudi.

Perwakilan perusahaan yang hadir dari Indonesia terdiri dari Phalosari, Rendang Katuju, The Paradise World Resort, Naiila Halal Nail Polish, Islamic Fashion Institute, CIMB Niaga Syariah, Epic Group dan Harum Qalbu Gelatin Factory.

Diharapkan, para peserta dapat membentuk kerjasama bisnis yang bertujuan memperkuat kapasitas produksi industri halal Indonesia guna memasuki pasar ekspor, khususnya Arab Saudi dan kawasan sekitarnya.

Penyelenggaraan Forum Investasi Ekonomi Halal Indonesia di Jeddah tanggal 18 September 2019 tersebut, sebagaimana disampaikan Konjen Hery, sebagai forum “warming up” bagi para pengusaha dan para calon investor Saudi untuk hadir pada kegiatan Indonesia Shariah Economic Festival (ISEF) di Jakarta pada November 2019 dan Halal Summit yang dijadwalkan akan dilaksanakan di Jakarta, November 2020. (Fauzy Chusny, Media Team at  Consulate General of the Republic of Indonesia, Jeddah)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.