Rabu, 12 Agustus 20

Kisah Polisi Super Pemberantas Kejahatan di Wilayah Polda Metro Jaya

Kisah Polisi Super Pemberantas Kejahatan di Wilayah Polda Metro Jaya
* Aiptu JakariaJakaria alias Bang Jack yang pernah di tembus 11 peluru di badannya. (Foto: fajar.co.id)

Jakarta Obsessionnews.com – Siapa yang tak kenal Aiptu Jakaria. Kinerja Polisi ini patut diacungkan jempol. Gimana tidak, pria berambut gondrong ini mampu memberantas kejahatan di wilayah Polda Metro Jaya.

Pria yang akrab disapa Bang Jack ini merupakan seorang anggota Subdit Jatanras, Ditreskrimum Polda Metro Jaya.  Kinerjanya dalam mengungkap kasus dan menangkap tersangka tindak pidana sudah tak diragukan lagi.

Sejumlah kasus besar pernah ia ungkap, di antaranya penangkapan pria berinisial HS yang mengancam memenggal kepala Presiden Joko Widodo dan tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi.

Polisi yang selalu berpakaian nyentrik dengan mengenakan topi atau kacamata hitam ini pernah mengalami luka tembak, sehingga bersarang 11 peluru di badannya.

Luka tembak di tubuhnya itu didapat ketika bang Jack berusaha menangkap tersangka perampokan mesin pengisi ATM Rp 2,8 miliar di Cawang, Jakarta Timur. Sementara, lokasi penangkapan tersangka berada di wilayah Bandung, Jawa Barat.

Kala itu sempat terjadi baku tembak antara tersangka dan aparat kepolisian. Akibatnya, ada 11 peluru yang ditembakkan tersangka kepada Bang Jack.

11 peluru itu bersarang di bagian dada daerah jantung ada 2, bagian hati ada 1, perut sebelah kiri ada 2, perut sebelah kanan ada 2 juga, di atas perut ada 1, dan 3 peluru di lengan bagian kiri.

Ada kejadian lucu ketika pria yang dikenal juga dengan nama Jacklyn Choppers ini dalam menjalani luka tembaknya di rumah sakit di wilayah Bandung, Jawa Barat tahun 2006 silam. Dia sempat tak dikenali sebagai anggota polisi kala itu oleh perawat rumah sakit.

Dokter dan perawat di rumah sakit tersebut mengira, Bang Jack adalah tersangka tindak pidana yang mengalami luka akibat tembakan aparat kepolisian.

Jadi pas pasca kejadian baku tembak, tersangka dan Bang Jack di bawa ke rumah sakit yang sama. Tersangka diletakkan di tempat tidur, sementara dia ditaruh di bawah saja.

Mungkin karena Jack memiliki penampilan yang berbeda terhadap polisi lainnya. Dia mempunyai tato. Sementara tersangka yang ditangkap diduga anggota polisi.

Meski 11 peluru pernah bersarang di tubuhnya itu tak menghentikan langkahnya untuk terus mengepung tersangka. Ia dan anggota tim Jatanras lainnya tetap berusaha menangkap tersangka.

Sebab prinsip kerja yang selalu ia pegang selama bertugas adalah polisi tidak boleh kalah pada tersangka tindak pidana.

Jika ada masyarakat yang ingin melakukan tindak pidana, bersiap-siaplah menghadapi pria gondrong pirang ini bersama timnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.