Rabu, 25 Mei 22

Kisah Nyata Angeline, Korban Pembunuhan Ibu Angkat Difilmkan

Kisah Nyata Angeline, Korban Pembunuhan Ibu Angkat Difilmkan

Jakarta, Obsessionnews.com – Kisah pembunuhan bocah cantik kelas II SD di Bali, Angeline oleh ibu angkatnya difilmkan. Selain drama yang disajikan bersumber dari kisah nyata, film ini dibuatkan untuk memberi pesan kewajiban kasih sayang orang tua terhadap anaknya.

“Ini sebuah true story di mana kita ingin memberi pesan bahwa kasih sayang orang tua ke anaknya itu sangat penting, dan kondrat manusia sebagai makhluk sosial berhak mendapatkan kasih sayang,” ujar Niken Septikasari selaku produser saat ditemui di MNC Tower, Jakarta, Sabtu (16/7/2016).

Film hasil produksi Citra Visual Sinema ini akan diputar perdana pada Kamis, 21 Juli 2016 di Plaza Senayan, Jakarta. Untuk meriahkan acara tersebut, Presiden Jokowi, bersama Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri PPPA Yohana Yembise, dan Mendikbud Anis Baswedan turut diundang hadir.

“Kita berharap semuanya datang agar sama-sama mendorong supaya kasus kekerasan terhadap anak ini harus diperangi dengan serius,” papar dia.

Niken menceritakan pembuatan film yang diberi judul “Untuk Angeline” ini bermula dari pertemuannya dengan ibu kandung Angeline, Hamidah. Kebetulan Niken mengenal dekat dengan Hamidah karena keduanya sering bertemu untuk urusan pekerjaan di Bali.

“Kami yang punya ide, kemudian waktu kami tawarkan akhirnya pihak keluarga sambut baik. Jadilah kita buatkan film ini,” katanya.

angeline-hilang

Dalam perjalanan pembuatan film ini, tim banyak menemui kendala, misalnya sejumlah kalangan menyatakan ketidak setujuannya, karena proses hukum kasus Angeline sendiri masih berjalan. Namun seiring dengan vonis sudah dijatuhkan, masyarakat dan pemangku kepentingan di Bali akhirnya menerima film ini.

“Film banyak pro dan kontra, dikatakan produser hanya ingin cari untung, tapi kita niat baik untuk inspirasi kita semua dan akhirnya setelah ide ceritanya kita kasih ke mereka tadinya yang tidak akhirnya mendukung. Jadi di sini bukan kekarasan yang ditonjolkan,” lanjut Niken.

Naomi Ivo, pemeran Angeline mengungkapkan mulanya keberatan ikut dalam film ini, karena mengira kisahnya hanya menceritakan tentang kehidupan seorang anak di bawah umur yang mengalami kekerasan dalam keluarga. Setelah dijelaskan oleh sang produser, Ivo menerima permintaan jadi pemeran utama.

“Saya dijelasin ternyata maksud cerita itu bukan kayak gitu, ya udah saya terima dan karena saya ingin buat Angeline senang di sana,” ungkap artis cilik ini.

angeline-hilang-

Ivo bukan lagi orang baru di dunia film, karakter yang kuat membuat dirinya tidak merasa kesulitan memerankan sosok Angelina. Sekaligus film “Untuk Angeline” ini merupakan karya keempat dalam keikutsertaanya di dunia perfilman.

“Pasti ada (kesulitan), mesti ada banyak adegan sangat sulit itu. Karena harus perankan karekter Angeline di sini yang baik, sabar dan mentalnya yang kuat. Saya sendiri ini film spesial karena belum pernah main untuk true story,” lanjut dia.

“Waktu saya ditawari pertama, saya tidak tahu akan kisahkan Angelina di Bali. Pas datang saya ditunjuk jadi pemeran Ibu Angeline dan kaget pas tahu mau difilmkan, saya langsung mau mensuport,” timpal Kinaryosih, pemeran Ibu Kandung Angeline, Hamidah.

Perasaan senang bercampur sedih terpancar seketika, saat Kinaryosih menerima peran tersebut. Senang karena ia merasa tertantang untuk memerankan sebuah film kisah nyata. Sedangkan sedih, karena harus mengulang kisah pilu yang dialami Angeline dan keluarganya.

“Saya harap film ini sukses, bisa kurangi kekerasan terhadap anak, kemudian untuk kaum perempuan bisa punya pilihan soal adopsi anak, harus pintar-pintar lah, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” tutur gadis cantik ini. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.