Kisah Lukman Gendong Seorang Nenek di Makkah

TERNYATA Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pernah menjadi petugas haji pada 1991. Lukman berbagi pengalamannya menjadi petugas haji kepada tim Media Center Haji (MCH), seusai meninjau lokasi Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), Kamis (16/8/2018). “Saya dulu jadi petugas Sektor 1 Daerah Kerja Makkah. Tugas saya begitu ada bus jemaah datang, saya wajib naik dan menyapa mereka, serta menjelaskan kepada jemaah tentang pondokan,” kata Lukman seperti dikutip Obsessionnews.com dari situs Kementerian Agama, Jumat (17/8). Ada sebuah pengalaman yang tak akan pernah terlupakan. Ia mengisahkan suatu ketika ada petugas yang berjaga di Masjidil Haram mengantarkan seorang nenek yang tersesat ke pos sektor I tempat Lukman bertugas. "Saya masih ingat betul. Kejadiannya ba’da ashar. Nenek itu dari Majene (saat ini masuk Provinsi Sulawesi Barat - red). Usianya di atas 60-an," tuturnya. Nenek tersebut sempat diberi makan dan minum di pos sektor. Setelah dirasa cukup, si nenek kemudian diantarnya menuju ke pondokan tempat tinggal si nenek. "Saya antarkan. Saat itu kondisi Makkah banyak konturnya menanjak. Untuk ke hotelnya nenek ini, harus jalan kaki naik. Di tengah jalan, si nenek ini tidak kuat dan ambruk," kenang Lukman. Begitu mengetahui nenek tersebut ambruk, Lukman muda langsung melakukan penanganan. Dia mengontak dokter dan kemudian menggendong nenek tersebut ke dokter yang ada di sektor. Setelah serah terima dengan dokter selesai, Lukman meninggalkan nenek tersebut. Saat memasuki sholat magrib, ia menyempatkan untuk salat di Masjidil Haram. Usai salat dan masih berada di pelataran masjid, ia mengaku kaget karena berpapasan dengan nenek dari Majene yang sempat digendongnya beberapa jam sebelumnya. Wajah si nenek tampak sehat dan ceria, jauh berbeda dengan kondisi saat ambruk. "Saya melihat nenek itu. Karena kondisi Masjidil Haram ramai, saya cuma senyum ke nenek tersebut. Neneknya juga tersenyum. Saya heran juga kok bisa langsung sehat sedemikian cepat, padahal tadi sempat ambruk," terangnya. Keesokan harinya Lukman melanjutkan tugas reguler melakukan kontrol ke area yang ada di sektor. Dia kemudian berjumpa lagi dengan dokter yang sempat memeriksa si nenek. Lukman bertanya ke si dokter,”Kok bisa nenek tersebut bisa langsung sembuh?” Jawaban si dokter membuat Lukman terperanjat. Kata si dokter, nenek itu akhirnya meninggal dunia pada sore hari itu. "Nenek yang kemarin itu? Pas ke sini kondisinya sudah lemah. Akhirnya tidak dapat tertolong," kata Lukman menirukan ucapan si dokter. Seketika suasana perbincangan santai tim MCH dengan Lukman menjadi hening. Tak sedikit anggota MCH yang mengernyitkan dahi. “Lalu yang bertemu dengan Pak Lukman di Masjidil Haram itu siapa, Pak?" tanya salah satu tim MCH memecah keheningan. Lukman hanya tersenyum. “Ya itulah cerita yang paling berkesan bagi saya," jawabnya. Politisi PPP Lukman adalah politisi PPP. Ia menjadi anggota DPR pada periode 1997-1999, 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014. Pada periode 2009-2014 Lukman menjadi Wakil Ketua MPR. Pada 9 Juni 2014 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengangkat Lukman sebagai Menteri Agama, menggantikan Suyadharma Ali yang mengundurkan diri karena tersandung kasus korupsi. Pemerintahan SBY berakhir pada 20 Oktober 2014, digantikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi mempercayai Lukman melanjutkan jabatannya sebagai Menteri Agama. Lukman dilantik sebagai Menteri Agama pada 27 Oktober 2014. (arh) Baca juga:Survei Haji, Kemenag Kirim Peneliti ke SaudiFormula 5-5-3, Kunci Keberhasilan Penyelenggaraan HajiBukan Termasuk Wajib Haji, Pemerintah Tidak Fasilitasi TarwiyahIni Cara Menteri Lukman Pantau Pelayanan Jemaah Haji





























