Senin, 22 Juli 19

Kisah 99 Kera Penjaga Situs Sunan Kalijaga di Cirebon

Kisah 99 Kera Penjaga Situs Sunan Kalijaga di Cirebon
* Papan nama situs Taman Kera Sunan Kalijaga. (Foto: Medsos)

Cirebon, Obsessionnews.com – Cirebon tidak hanya dikenal dengan kuliner dan peninggalan sejarahnya berupa tiga keraton. Di kota udang ini juga dikenal dengan para walinya. Banyak situs sejarah peninggalan para wali yang ada di Cirebon, tidak hanya Sunan Gunung Jati, tapi juga Sunan Kalijaga.

Salah satu situs peninggalan Sunan Kaliaga adalah Situs Taman Kera Kalijaga yang berada di Jalan Pramuka Rt 08 Rw 03 Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Dari informasi yang didapat, petilasan Kalijaga ditemukan sekitar abad ke 7 Masehi.

Taman Kera Kalijaga ini merupakan salah satu peninggalan Sunan Kalijaga (Raden Mas Said). Tempat ini dinamakan Taman Kera karena pengunjung akan melihat monyet ekor panjang secara langsung di tempat tersebut.

Juru kunci Situs Taman Kera Kalijaga Cirebon RM Mashudi mengatakan, diperkirakan kawasan tersebut berusia 500 tahun. Dia menyebutkan dalam situs yang didirikan oleh Sunan Kalijaga tersebut terdapat masjid, dua buah sumur tua, tempat pesarean serta tempat Sunan Kalijaga bertapa

“Misinya sama, yakni menyebarkan Islam di Cirebon juga bersama Sunan Gunung Jati,” kata Mashudi seperti dikutip dari berita liputan6 SCTV, Selasa (18/6/2019).

Menurutnya, sebagian orang meyakini bahwa makam Sunan Kalijaga berada di Taman Kera. Maka tak pelak banyak orang yang datang dari berbagai daerah ke tempat ini hanya untuk berziarah. Sebagai juru kunci, tugas Mashudi hanyalah melayani para tamu.

“Yang datang biasanya lihat dan beri makan monyet liar di sekitar situs, kemudian ada yang ke masjid ke pesarean ya kami layani saja,” sebut dia.

Yang menarik di tempat ini adalah adanya kera yang berjumlah 99 ekor. Ada kisah tersendiri mengapa di tempat ini hanya ada 99 ekor. Para kera ini juga disebut sebagai penjaga situs Kalijaga.

Mashudi menceritakan di tengah aktivitas menyiarkan Islam di Cirebon, Sunan Kalijaga juga memiliki banyak santri dan pengikut. Para santri yang belajar Islam menginap di kawasan situs tersebut.

“Ya umumnya aktivitas santri mereka dapat pengetahuan agama langsung dari Sunan Kalijaga,” sebut dia.

Dia mengatakan, puluhan kera ekor panjang yang ada di sekitar petilasan Kalijaga tersebut adalah santrinya. Menariknya jumlah kera tersebut tidak pernah berubah yakni 99 ekor.

Singkat cerita, saat itu di hari Jumat menjelang ibadah salat Jumat, Sunan Kalijaga melihat puluhan santri masih asyik mencari ikan di sungai. Sunan Kalijaga sempat menegur dan mengingatkan para santri untuk segera bersiap melaksanakan salat Jumat.

Namun, hingga Solat Jumat selesai Sunan Kalijaga melihat para santri masih berada di sungai. Sunan Kalijaga pun menegur dan bertanya kepada santri alasan mereka tidak salat Jumat.

“Santri tersebut terbata-bata jawabnya dan saat itu Sunan Kalijaga bilang kalau orang tidak solat Jumat wujudnya seperti monyet, hingga akhirnya mereka jadi monyet,” tutur dia.

Tak sadar ucapan tersebut berbuah nyata, Sunan Kalijaga akhirnya menugaskan kera tersebut untuk menjaga situs. Dia mengatakan, 99 kera tersebut jumlahnya tidak berubah.

Jika ada kera yang meninggal, selalu ada kera yang melahirkan sehingga tidak menambah maupun mengurangi jumlah kera. Kera tersebut hingga saat ini dianggap liar dan menjadi daya tarik pengunjung ke Situs Kalijaga.

“Liar saja mencari makan di pemukiman kadang genting rumah warga dibuka hanya untuk mencari makan saja,” sebut dia. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.