Minggu, 4 Desember 22

Kirim Bantuan Banjir Bandang Pakistan, Relawan Eko Sulistio Sebut Ribuan Orang Masih Mengungsi

Kirim Bantuan Banjir Bandang Pakistan, Relawan Eko Sulistio Sebut Ribuan Orang Masih Mengungsi
* Relawan Indonesia Eko Sulistio mendistribusikan bantua untuk korban banjir bandang Pakistan.

Obsessionnews.com – Banjir bandang di Provinsi Balochistan Pakistan telah membuat ribuan nyawa menghilang, dan puluhan ribu orang lainnya mengalami luka-luka. Hal inilah yang membuat masyarakat dunia tergetar hatinya untuk datang ke Pakistan guna memberikan bantuan kemanusiaan.

Tak terkecuali relawan dari Indonesia Eko Sulistio yang sudah lebih dari dua minggu berada di Pakistan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak dari banjir bandang akibat hujan monsun di selatan dan barat daya Pakistan serta pencairan gletser di bagian utara.

Sejak peristiwa tragis itu terjadi pada 29 Agustus 2022, hingga saat ini kondisinya kata Eko masih memprihatinkan. Ratusan ribu orang terlantar dan sangat membutuhkan bantuan dalam bentuk makanan, tempat tinggal, air minum bersih, toilet, dan obat-obatan.

Baca juga: Ramadhan, Eko Sulistio Berbagi Ribuan Paket Lebaran untuk Pengungsi Palestina 

Baca juga: Idul Adha 1443 H, Eko Sulistio Kirim 200 Sapi dan 500 Kambing untuk Pengungsi Somalia

“Hampir 70 persen wilayah Pakistan terkena dampak dari adanya banjir bandang ini, bisa bayangkan bagaimana dahsyatnya bencana ini, dari sisi korban jiwa saja mencapai ribuan, dan puluhan ribu korban luka-luka, bangunan rusak hanyut tersapu air,” ujar Eko dalam laporannya yang diterima obsessionnews. com, Sabtu (24/9/2022).

Dengan kondisi seperti ini, Eko terus perpindah-pindah tempat dalam menyalurkan bantuan karena wilayah kerusakannya sangat luas. “Jadi saya berpindah-pindah dari Islambad pindah ke Utara Pakistan yaitu Distrik SWAT dari Distrik SWAT pindah ke Balochistan lalu ke Karachi dan lain-lain,” ujar Eko.



Adapun bantuan yang diberikan berupa beras 15 ton, tepung terigu 15 ton, gula 5 ton, garam dan bumbu dapur 8 ton, biskuit 1500 pack, coklat 1500 pack, keju 1500 pack, susu bubuk 800 pack, air bersih 50 truck tangki. Bantuan tersebut untuk kurang lebih 1000 kepala keluarga.

Baca juga Eko Sulistio Distribusikan 610 Hewan Kurban untuk Muslim di Somalia

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Eko Sulistio Masih Terus Bantu Pengungsi Suriah dan Palestina

Tidak hanya itu, Eko juga memberikan bantuan temporary shelter atau tenda darurat sebanyak 200 unit. “Kita juga memberikan paket higienis Kit berupa : sabun mandi, sabun cuci, shampo, sikat gigi dan pasta gigi sebanyak 1500 paket untuk 1500 KK,” terang Eko. 

Bantuan tersebut kata Eko datang dari masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui DT Peduli, Al Ummahat Bekasi, Yayasan Al Furqon Magelang, titipan personal dari Malaysia, Brunei, Komunitas Muslim Australia, dan bantuan rakyat Indonesia yang sifatnya pribadi.

Kondisi Pasca Bencana

Eko menuturkan, hingga saat ini curah hujan masih cukup tinggi di Pakistan, sehingga membuat warga merasa was-was atau trauma. Dengan banyaknya korban jiwa yang mencapai 1500 ribu orang, dan korban luka 90.000 orang, serta kerusakan material yang parah, bantuan di Pakistan masih tergolong minim.

“Ini karena banyak bantuan dunia masih dipusatkan ke Ukraina karena adanya perang di sana. Jadi di sini masih sangat minim bantuan, tidak sebanding dengan korban dan kerusakan yang ditimbulkan,” ucapnya.

Baca juga: Kirim Bantuan, Eko Sebut Kamp Pengungsian di Somalia Terburuk di Dunia

Kendala lain, banyak jalan rusak parah akibat banjir sehingga menyulitkan distribusi bantuan. Juga banyaknya cek poit menyusul banyaknya pengungsi dari Afghanistan yang dilanda konflik. Penanganan bencana di sini juga bisa dikatakan lambat, alat berat yang disediakan sangat sedikit.

“Masih banyak korban hilang yang belum ditemukan, warga juga sudah mulai terkena penyakit menular, gatal-gatal, demam dll. Mereka banyak tinggal di tenda-tenda yang terbuat dari kain-kain bekas yang disambung-sambung,” jelasnya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.