Jumat, 13 Desember 19

KH Ma’ruf Amin Manapaki Karier sebagai Guru Sekolah Hingga Menjadi Wapres Jokowi

KH Ma’ruf Amin Manapaki Karier sebagai Guru Sekolah Hingga Menjadi Wapres Jokowi
* KH Ma’ruf Amin. (Foto: Suara Surabaya)

Jakarta, Obsessionnews.com – KH Ma’ruf Amin akan mendampingi Joko Widodo (Jokowi) dalam memimpin Indonesia lima tahun ke depan. Keduanya akan dilantik sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2014 di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019) siang ini.

KH Maruf Amin dikenal sebagai tokoh agama yang bijaksana. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Jokowi memilih dirinya untuk maju pada pilpres 2019 lalu. Setelah melalui berbagai proses panjang, keduanya terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-2024.

KH Ma’ruf Amin lahir di Kresek, Tangerang, pada 11 Maret 1943. Sebagai tokoh ulama Indonesia, KH Ma’ruf Amin telah aktif di Nahdlatul Ulama sejak lama. Di organisasi tersebut, KH Ma’ruf Amin telah menduduki berbagai jabatan strategis. Selain itu, KH Ma’ruf Amin juga merupakan seorang politisi.

Ia mengawali kariernya sebagai guru sekolah di Jakarta Utara pada 1964 hingga 1970. Pada kurun waktu tersebut, KH Ma’ruf Amin juga sudak aktif sebagai seorang pendakwah.

KH Ma’ruf Amin menjadi dosen di Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdlatul Ulama Jakarta pada 1968.

Selain itu, KH Ma’ruf Amin aktif berorganisasi di Nahdlatul Ulama. Bahkan ia telah menjadi Ketua Ansor Jakarta pada 1964-1966. Pada tahun 1977 hingga 1989, dirinya didapuk menjadi pengurus Lembaga Da’wah PBNU Jakarta.

KH Ma’ruf Amin juga merupakan tokoh senior di Majelis Ulama Indonesia atau MUI. Pasalnya, ia telah bekecimpung di MUI sejak lama. Ia sudah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat pada 1996.

KH Ma’ruf Amin sendiri memiliki pengalaman yang panjang di jabatan publik. Dia memiliki pengalaman 7 tahun sebagai Anggota Dewan Presiden (2007-2014). Ma’ruf Amin juga memiliki pengalaman legislatif dari tahun 1971 hingga 1999.

Terakhir, KH Ma’ruf Amin merupakan anggota Badan Pertimbangan Ideologi Pancasila bersama Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siradj, Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya. BPIP sendiri diketuai Megawati Soekarnoputri. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.