Selasa, 18 Juni 19

Kerusuhan Bawaslu, IPW Minta Tokoh yang Suarakan People Power Tanggung Jawab

Kerusuhan Bawaslu, IPW Minta Tokoh yang Suarakan People Power Tanggung Jawab
* Kerusuhan di depan Bawaslu RI pada Rabu (22/5/2019) malam. (Foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kerusuhan yang terjadi disejumlah wilayah Jakarta selama dua hari ini membuat resah warga DKI Jakarta. Kerusuhan yang berhulu dari massa pendukung Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto melakukan aksi demo di gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diduga disebabkan oleh pihak-pihak yang mengkampanyekan people power.

Untuk itu, Indonesia Police Watch (IPW) menilai pihak-pihak yang mengkampanyekan people power harus diminta pertanggung jawabannya oleh Polri. Tak hanya itu, IPW juga mendesak Polda Metro Jaya segera bertindak cepat meminta pertanggungjawaban para tokoh yang mengkampanyekan people power dan mengusut sejauh mana kaitan dan keterlibatan mereka dalam kerusuhan tersebut.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane. (Foto: dok pribadi Neta)

Kerusuhan itu sendiri berawal dari aksi demo para pendukung Capres 02 yang anarkis di sekitar gedung Bawaslu pada 21 dan 22 Mei 2019. Pada 21 Mei, sejak tengah malam massa demonstran sudah memprovokasi aparat dengan lemparan batu. Semula aparat menyikapinya dengan sabar. Tapi ketika massa melempari dengan kembang api dan bom molotov barulah aparat bertindak tegas menghalau massa dengan tembakan gas air mata.

“Massa makin brutal dan anarkis hingga meresahkan warga sekitar,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Kamis (23/5/2019).

Kerusuhan Rabu dini hari itu membuat ibukota Jakarta menjadi sangat mencekam. Apalagi aksi anarkis meluas ke kawasan Petamburan dimana sejumlah mobil dibakar orang tak dikenal. Tak hanya kerusuhan pada 21 Mei, kerusuhan serupa terjadi kembali di depan gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat pada 22 Mei malam.

Untuk itu IPW mengimbau Polri bertindak cepat dan tegas untuk segera meminta pertanggung jawaban sejumlah tokoh yang sempat memprovokasi adanya people power. “Agar diketahui apakah kerusuhan  itu bagian dari people power yang mereka maksud atau ada hal lain,” tegas pria kelahiran Medan 18 Agustus 1964 ini.

IPW juga mendesak pasang capres dan cawapres 02 Prabowo dan Sandiaga segera meminta maaf kepada masyarakat, karena akibat ulah para pendukungnya terjadi kerusuhan yang membuat masyarakat ibukota Jakarta resah, ketakutan, dan merasa diteror.

“Akibat ulah massa para pendukung 02 itu Pemilu yang damai menjadi tercoreng,” jelas Neta.

IPW memberi apresiasi pada sikap jajaran aparatur keamanan yang sangat sabar dalam menghadapi sikap anarkis para demonstran. Upaya-upaya negosiasi yang persuasif lebih dikedepankan. Namun ulah demonstran yang anarkis membuat kerusuhan tidak terhindarkan. IPW berharap semoga elit-elit tertentu bisa menahan diri dan tidak memprovokasi para pendukungnya, sehingga pemilu yang damai tidak tercoreng. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.