Minggu, 19 Januari 20

Kerap Rugi, Berikut Catatan Keuangan Garuda Lima Tahun Terakhir

Kerap Rugi, Berikut Catatan Keuangan Garuda Lima Tahun Terakhir
* Pesawat Garuda. (Foto: Twitter @indonesiaGaruda))

Jakarta, Obsessionnews.com – Terbongkarnya kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang dilakukan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara seolah telah membuka tabir gelap yang selama ini dilakukan oleh para jajaran direksi, sehingga bisnis penerbangan Garuda Indonesia kini tidak berjalan dengan baik.

Jauh sebelum kasus ini terkuak, kinerja maskapai Garuda juga kerap disorot karena kurang menunjukan prestasinya. Bahkan salah satu perusahaan pelat merah tersebut pernah mengalami kerugian selama dua tahun berturut-turut. Namun pada periode sembilan bulan pertama 2019, Garuda berhasil meraup untung.

Untuk mengetahui sejauh mana kinerja Garuda dari sisi pendapatan, berikut catatan kinerja keuangan Garuda Indonesia selama lima tahun terakhir dimulai dari 2014.

1. 2014, rugi Rp 4,87 Triliun

Garuda Indonesia mencatatkan kerugian sebesar 371,9 juta dollar AS selama tahun buku 2014 atau sekitar Rp 4,87 triliun (kurs Rp 13.100) Capaian tersebut merosot jika dibandingkan capaian keuangan Garuda Indonesia pada 2013 yang meraup laba sebesar 13,583 juta dollar AS, Kerugian tersebut diakibatkan adanya tekanan dari faktor eksternal dan internal yang membuat kinerja melemah.

2. 2015, untung Rp 1,075 Triliun

Garuda Indonesia membukukan laba bersih sebesar 77,97 juta dollar AS sepanjang 2015 atau sekitar Rp 1,075 triliun (kurs Rp 13.788).  Laba yang dicacatkan perusahaan pelat merah ini lebih disebabkan oleh penyusutan beban usaha. Pasalnya, pendapatan Garuda Indonesia masih menurun. Pada 2014, pendapatan Garuda Indonesia mencapai 3,93 miliar dollar AS. Sementara pada 2015, pendapatannya turun menjadi 3,81 miliar dolar AS

3. 2016, Untung RP124, 5 Miliar

Pada 2016, Garuda Indonesia mampu mencatatkan laba bersih senilai 9,36 juta dollar AS atau Rp 124,5 miliar. Penurunan laba bersih disebabkan persaingan bisnis aviasi yang ketat pada 2016. Salah satunya, persaingan harga tiket antar maskapai. Tetapi, pada sembilan pertama 2016, Garuda Indonesia masih membukukan kerugian sebesar 43,6 juta dollar AS.

4. 2017, rugi Rp 2,98 Triliun

Pada 2017 lalu, Garuda Indonesia membukukan kerugian bersih (net loss) sebesar 213,4 juta dollar AS sepanjang 2017 atau sekitar Rp 2,98 triliun (kurs Rp 14.000). Kerugian perseroan sebagian besar disebabkan peningkatan biaya bahan bakar avtur, yakni sebesar 16,5 persen secara tahunan.

Sepanjang 2017, biaya bahan bakar yang dikeluarkan Garuda mencapai 1,155 miliar dollar AS, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 924,7 juta dollar AS. Adapun pendapatan operasi Garuda tercatat sebesar 4,2 miliar dollar AS pada 2017. Angka tersebut meningkat sebesar 8,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 3,9 miliar dollar AS.

5. 2018, rugi Rp 2,45 Triliun

Pada 2018 Garuda mencatatkan rugi bersih sebesar 175,02 juta dollar AS atau setara Rp 2,45 triliun. Garuda Indonesia saat itu harus mempublikasikan ulang (restatement) laporan keuangan tahun 2018. Hal tersebut merespons hasil keputusan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sebelumnya, Garuda Indonesia memoles laporan keuangan pada 2018 dengan mencetak laba bersih 5 juta dollar AS meningkat tajam dari 2017 yang rugi 216,58 juta dollar AS.

6. Triwulan ketiga 2019, untung Rp 1,7 Triliun

Garuda Indonesia berhasil mencatatkan laba bersih senilai USD 122,8 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,7 triliun. Jumlah tersebut naik signifikan jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi sekitar 127,97 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,5 triliun. Melonjaknya laba bersih sejalan dengan kenaikan pendapatan Garuda pada kuartal III 2019 senilai 3,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 49 triliun. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.