Sabtu, 28 November 20

Kepala Ekonomi BNI Beri Tips UMKM Hadapi Tsunami Covid-19

Kepala Ekonomi BNI Beri Tips UMKM Hadapi Tsunami Covid-19
* Ilustrasi kegiatan usaha UKM. (Foto: Republika)

Jakarta, Obsessionnews.com — Wabah Covid-19 membuat sektor ekonomi dan dunia usaha di Indonesia begitu terpukul. Banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) kelimpungan menghadapi bisnisnya yang terhambat bahkan mungkin tidak bakal selamat. Lantas bagaimana jurus UMKM menghadapi “tsunami” akibat Covid-19 ini?

Kepala Ekonomi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Kiryanto memberikan tips-tips bagi UMKM agar dapat bertahan di tengah tekanan Pandemi Covid – 19. Tips-tips tersebut disampaikan dalam acara diskusi online bertajuk, “Update UMKM; Jurus bertahan Selama Pandemi Covid -19”, Selasa (5/4/2020).

Tips Pertama, menurut Kiryanto yang akrab disapa Ryan, adalah, Fokus pada kebutuhan konsumen. Kedua, Terus berinovasi dan berkreasi baik di level produk maupun services sesuai dengan perubahan preferensi dan perilaku konsumen.

“Ketiga, Kembangkan Penelitian dan Pengembangan untuk meningkatkan daya tahan ketika krisis melanda,” paparnya.

Keempat, Tidak boleh cepat berpuas diri karena persaingan akan semakin keras. Kelima, Persiapkan generasi berikutnya untuk menjadi pemimpin umkm masa depan yang lebih tangguh. Keenam, Jaga hubungan baik timbal balik dengan vendor, supplier dan distributor. 

Ketujuh, Berhimpun dalam organisasi umkm sebagai sarana mengembangkan jejaring dan bisnis. Kedelapan, Berkolaborasi dengan perbankan sebagai mitra strategis untuk sumber pembiayaan, informasi, dan pendampingan pengembangan usaha.

Ryan menambahkan, dampak Covid-19 dialami oleh hampir semua negara yang menjadi daerah pandemi virus mematikan itu, termasuk Indonesia. Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat.

“Secara global dampak Covid – 19 telah merusak rantai pasokan, menjatuhkan harga komoditas, hingga meningkatnya risiko kehancuran ekonomi global. Secara domestik dampak Covid – 19 telah mengurangi pengeluaran diskresioner, penutupan pabrik, hingga larangan berpergian,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Ryan, telah mengeluarkan PERPPU No. 1 Tahun 2020 sebagai  payung hukum dalam langkah cepat & luar biasa penanganan Covid-19 serta dampaknya. 

Langkah yang diambil diataranya Fleksibilitas APBN 2020 untuk Merespon Kondisi Darurat dengan pelebaran defisit di atas 3% PDB untuk mempercepat penanganan Covid-19 dan menyelamatkan perekonomian dari ancaman krisis serta menjaga stabilitas sistem keuangan.

Khusus untuk sektor terdampak dan UMKM pemerintah telah mengeluarkan Kebijakan Menjaga Fundamental Sektor Riil POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Counter cyclical.

Restrukturisasi kredit / pembiayaan yang dilakukan antara lain dengan memberikan penundaan keringanan pembayaran angsuran melalui program restrukturisasi bagi kredit/pembiayaan leasing dengan jangka watu 1 tahun.

“Rekstukturisasi dilakukan dengan cara penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/pembiayaan dan atau konversi kredit/pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara,” ujar Ryan.

Ryan menambahkan, melalui peraturan OJK tersebut, industri perbankan dapat menerapkan kebijakan yang mendukung stimulus pertumbuhan ekonomi untuk debitur terdampak Covid – 19 termasuk untuk UMKM.

Kebijakan Stimulus itu antara lain penilaian kualitas kredit/pembiayaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/ atau bunga untuk kredit hingga Rp 10 milliar. Pihak Bank dapat melakukan restrukturisasi untuk seluruh kredit /pembiayaan tanpa melihat batasan plafon kredit atau jenis debitur, termasuk UMKM.  

“Untuk debitur UMKM, Bank juga dapat menerapkan dua kebijakan stimulus yaitu; Pertama, penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain berdasarkan ketepatan membayar pokok dan/atau bunga. Kedua, melakukan restrukturisasi  kredit/pembiayaan UMKM tersebut, dengan kualitas yang dapat langsung menjadi lancar setelah dilakukan restrukturisasi kredit,” jelasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.