Minggu, 7 Juni 20

Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Fasilitas Karantina untuk Corona di Pulau Galang

Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Fasilitas Karantina untuk Corona di Pulau Galang
* Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. (Foto: Kementerian PUPR)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, terutama corona atau Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan target selesai akhir Maret 2020.

“Secara keseluruhan progres konstruksi sudah 78% dan optimis selesai pada 28 Maret 2020. Material konstruksi saat ini sudah di lokasi semua. Saat ini tenaga kerja di lapangan berjumlah 1600 orang,” kata Basuki saat meninjau lokasi pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular di Pulau Galang, Rabu (25/3/2020) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Idham Aziz.

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas tersebut yaitu di eks pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari Kota Batam dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar.

“Tidak hanya bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) saja, tetapi juga fasilitas pendukungnya, seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain,” ujar Basuki.

Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kementerian PUPR, Kamis (26/6), dalam kesempatan itu Basuki minta agar kontraktor memenuhi target waktu yang direncanakan, yakni 28 Maret 2020. Namun dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan kerja terkait wabah Covid-19, terutama dalam menjaga kebersihan dan jarak aman dalam berkomununikasi.

Rencana kapasitas tampung sebanyak 1.000 tempat tidur untuk fasilitas penampungan/karantina/observasi terhadap penyakit yang disebabkan virus corona. Pada tahap I dibangun fasilitas dengan daya tampung 360 tempat tidur dan tahap II sebanyak 640 tempat tidur.

Dibagi 3 Zonasi
Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 Zonasi, yakni Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Untuk progres konstruksi mess perawat saat ini sudah sekitar 80%, mess petugas 80%, dan mess dokter 80%. Selanjutnya untuk gedung sterilisasi saat ini progres konstruksinya sudah 97%, gedung farmasi 97%, gedung gizi 97%, gedung laundry 97%, gudang 97%, dan power house 97%.

Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helicopter (helipad), dan zona utilitas.

Material modul panel yang telah dikirim dari Jakarta saat ini sudah selesai dipasang sebanyak 4 modul untuk ruang observasi berkapasitas 5 tempat tidur. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.