Jumat, 15 November 19

Kementerian PUPR-KOICA Kerja Sama Susun Rencana Induk Sistem Transportasi Cerdas Jakarta

Kementerian PUPR-KOICA Kerja Sama Susun Rencana Induk Sistem Transportasi Cerdas Jakarta
* Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Kerja Sama Internasional Korea (Korea International Cooperation Agency/KOICA) menandatangani Record of Discussions (RoD) tentang Penyusunan Rencana Induk Sistem Transportasi Cerdas dan Sistem Percontohan untuk Wilayah Metropolitan Jakarta di Jakarta, Rabu (3/7/2019). (Foto: Kementerian PUPR)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Kerja Sama Internasional Korea (Korea International Cooperation Agency/KOICA) menandatangani Record of Discussions (RoD) tentang Penyusunan Rencana Induk Sistem Transportasi Cerdas dan Sistem Percontohan untuk Wilayah Metropolitan Jakarta.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto dan Country Director KOICA Indonesia Hoejin Jeong di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Pengembangan Sistem Transportasi Cerdas juga menjadi bahasan antara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transport (MoLIT) Korea Selatan Kim Hyun Mee, di Seoul, (28/6/2019).

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers Kementerian PUPR, Kamis (4/7), disebutkan kerja sama ini bertujuan meningkatkan efisiensi pengggunaan jalan, akses dan keselamatan lalu lintas dengan menyediakan informasi lalu lintas secara real time kepada pengguna jalan.

Sugiyartanto mengatakan, hal ini merupakan awal yang baik untuk mengatasi permasalahan sistem transportasi di Jabodetabek. Dengan adanya sistem transportasi cerdas, bisa mengatur secara lebih efektif sektor transportasi.

“Keberhasilan kerja sama ini juga memerlukan dukungan dari kementerian/lembaga terkait lainnya, dibantaranya Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan dan Korps Lalu Lintas Kepolisian RI,” tutur Sugiyartanto.

Proyek ini akan berlangsung selama lima tahun yang terdiri tiga tahun implementasi dan dua tahun masa pemeliharaan dengan anggaran 5,5 juta USD. Lingkup kerja sama yakni pengembangan Rencana Induk Sistem Transportasi Cerdas, implementasi sistem percontohan yang dilakukan di koridor Jakarta-Cikampek, penyediaan rujukan pedoman hukum dan peraturan Sistem Transportasi Cerdas, dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Mempererat Hubungan Kedua Negara

Hoejin Jeong dalam sambutannya menjelaskan, kerja sama ini dapat mempererat hubungan kedua negara setelah sebelumnya sudah ada kerja sama antara KOICA dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR yang menghasilkan prototipe operasi sistem data jalan (Integration Road Data Center Operation / IRODCO). Sistem operasi tersebut bisa dikembangkan lebih lanjut melalui kerjasama ini.

Dalam beberapa tahun terakhir Korea telah mengembangkan metodologi dan strategi untuk mengurangi lalu lintas secara efektif. Hampir semua kota di Korea direkam dalam video. Lebih dari 9 juta kamera pengintai beroperasi di jalan-jalan sampai stasiun kereta bawah tanah.

Jika kecelakaan terjadi, mereka secara otomatis mengambil gambar dan mempostingnya di media sosial dan media massa. Selain itu memberikan warga rute alternatif, yang juga berfungsi sebagai alat untuk mengarahkan kembali lalu lintas mobil ke kereta bawah tanah atau bentuk transportasi umum lainnya.

Transportasi Jakarta saat ini menghadapi masalah lalu lintas yang rumit, di mana sistem ‘pintar’ jelas dibutuhkan untuk memberikan informasi lebih lanjut kepada warga tentang situasi jalan.

Melalui proyek ini diharapkan Jakarta dapat menjadi kota pintar yang dapat memberikan sistem transportasi yang nyaman bagi semua warga.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Ditjen Bina Marga Soebagiono, Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah Hedy Rahadian, Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol Abram Elsajaya Barus, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Sekretariat Kabinet, Bappenas, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan dan PT Jasa Marga. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.