Selasa, 27 Oktober 20

Kementerian PUPR Gelontorkan Rp1,36 Triliun Untuk Dukung Program PEN

Kementerian PUPR Gelontorkan Rp1,36 Triliun Untuk Dukung Program PEN
* Aktifitas pelaku UMKM di sektor perkebunan (foto : Birkom PUPR)

Jakarta, Obsessionnews.com – Untuk mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memperluas cakupan program yang berdampak langsung ke masyarakat salah satunya Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work).

Setelah memperluas program PKT yang mencakup pekerjaan revitalisasi saluran drainase jalan nasional sepanjang 5.000 Km dan pengadaan material tambalan cepat mantap (CPHMA) sebanyak 100 ribu ton dengan total anggaran Rp1,2 triliun, saat ini telah disiapkan tambahan anggaran untuk dukungan PEN berupa pembelian produk rakyat atau UMKM sebesar Rp162,47 miliar, sehingga total alokasi anggaran untuk dukungan PEN sebesar Rp 1,362 triliun.

“Tambahan anggaran program untuk pembelian produk rakyat ini telah disetujui Kementerian Keuangan yang akan digunakan untuk infrastruktur jalan, sumber daya air dan perumahan,” ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Dijelaskan bahwa tambahan alokasi anggaran tersebut dimaksudkan untuk pembelian modular RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) sebanyak 5.495 unit,  RUSPIN (Rumah Unggul Sistem Panel Instan) 272 unit, Tandon Air 300 unit dan Bio Digester 500 unit sebesar Rp. 133,72 miliar.

Selanjutnya untuk mendukung peningkatan konektivitas, dialokasikan anggaran untuk pembelian karet petani di Provinsi Bengkulu sebesar Rp20 miliar disamping 10 propinsi lainnya yang sudah teralokasikan sebelumnya. Serta pengadaan alat Light Weight Deflectometer (LWD) sebesar Rp5 miliar,  yang digunakan untuk menguji kekuatan struktur tanah dasar secara semi otomatis dan portable sehingga mudah dibawa ke lokasi proyek yang masih sulit diakses.

Di bidang SDA, tambahan alokasi anggaran untuk pembelian produk rakyat disiapkan untuk pembelian alat Big Gun Sprinkler sebesar Rp3,75 miliar yang saat ini masih proses Revisi DIPA. Alat tersebut merupakan teknologi yang cocok untuk pemanfaatan lahan kering. Sistem pengoperasiannya dengan berputar (rotating head system), terdiri dari 1 buah nozzle yang berputar dengan sumbu vertikal.

“Dari pagu Rp85,54 triliun tahun ini untuk Program PKT dialokasikan anggaran sebesar Rp12,32 triliun dengan progres penyerapan anggaran hingga tanggal 30 Agustus 2020 sudah Rp7,16 triliun atau sebesar 58,14 persen dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 402.449 orang atau sebesar 62,98 persen dari rencana 638. 990 orang,” pungkasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.