Kamis, 9 April 20

Kementerian ESDM Gandeng JOGMEC Jalankan Alih Teknologi Penambangan Batubara

Kementerian ESDM Gandeng JOGMEC Jalankan Alih Teknologi Penambangan Batubara
* Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng Japan, Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEG) untuk menjalankan alih teknologi penambangan batubara. (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta, Obsessionnews.com
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mempersiapkan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi dalam menjalankan penambangan batubara. Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM, Pemerintah Indonesia menggandeng Japan, Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEG).

Kepala BPSDM ESDM IGN Wiratmaja Puja mengatakan, bagi Indonesia, batubara adalah komoditas penting.

“Selain untuk penghasilan negara, 60% batubara juga masih digunakan untuk membangkitkan listrik saat ini,” kata Wiratmaja  sebelum penandatangan MoU antara BPSDM dengan JOGMEC di Jakarta, Rabu (21/2/2020).

Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis, Jumat (21/2), dalam kesempatan tersebut Wiratmaja menuturkan,  kerja sama ini mampu menghasilkan produk batubara yang lebih baik serta menekan rasio kecelakaan kerja di pertambangan batubara.

“Kita berharap hasil yang didapatkan dari tenaga yang kompeten ini bisa mengirim batubara ke Jepang dengan hasil yang lebih baik dan semakin kecilnya tingkat kecelakaan,” jelas Wiratmaja.

Guna mewujudkan hal tersebut, kerja sama ini akan menyelenggarakan program alih teknologi yang dilaksanakan di kedua negara.

“Dengan adanya diklat di Jepang, kita bisa melihat langsung proses bisnis penambangan batubara,” ujar Wiratmaja.

Pelaksanaan pelatihan di Indonesia akan dilaksanakan di 9 perguruan tinggi, yaitu STTIND Padang, Universitas Syiah Kuala, Universitas Lambung Mangkurat, Politeknik Akamigas Cepu, Universitas Palangkaraya, Universitas Islam Bandung, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, UPN Veteran Yogyakarta dan Universitas Trisakti.

Pendampingan alih teknologi di perusahaan tambang batubara bawah tanah di Indonesia didapat langsung melalui expert/narasumber dari Jepang, seluruh biaya ditanggung oleh Jepang. Untuk pelaksanaan pelatihan di Jepang, akan dilaksanakan di Kushiro Coal Mine, berpotensi meningkatkan pendapatan BLU PPSDM Geominerba.

Sambutan hangat juga disampaikan oleh perwakilan JOGMEC, Takashi Ooka. Ia mengungkapkan kerja ini akan semakin mempererat hubungan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang.

“Ini jadi pertemuan berharga bagi kami. Selama 18 tahun, saya yakin jalinan kerja sama antarkedua negara semakin kuat. Rasio kecelakaan kerja yang semakin menurun adalah hal yang menggembirakan,” kata Ooka yang juga sebagai Direktur Umum Departemen Pengembangan Batubara.

Sebagai informasi, kemitraan Kementerian ESDM dengan JOGMEC sudah dimulai sejak tahun 2002. Terakhir kali, penandatanganan MoU dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2017 dan berlaku selama 3 (tiga) tahun. Lingkup kerja sama ini terkait diklat dan transfer teknologi tambang bawah tanah dalam program The Training Project on Coal Mining Technology. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.