Jumat, 29 Mei 20

Kemenpora Disebut Sarang Tikus, Taufik Hidayat Cerita ASN Bisa Korupsi Rp1,5 Miliar

Kemenpora Disebut Sarang Tikus, Taufik Hidayat Cerita ASN Bisa Korupsi Rp1,5 Miliar
* Taufik Hidayat diundang menjadi tamu dalam tayangan Buka Mata Loe! Semua Koruptor!? Taufik Hidayat Nekat Bicara!! di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Senin (11/5/2020). (Foto: IG Dedy)

Jakarta, Obsessionnews.com – Dalam satu kesempatan mantan pebulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat diundang menjadi tamu dalam tayangan Buka Mata Loe! Semua Koruptor!? Taufik Hidayat Nekat Bicara!! di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Senin (11/5/2020).

Dalam tayangan tersebut, Taufik mengatakan bahwa olahraga di Indonesia tidak akan maju siapa pun menterinya karena korupsi di Kemenpora sudah mendarah daging. Bahkan ia menyebut Kemenpora banyak sarang tikusnya.

“Saya bilang, mau menteri siapa pun, kalau enggak diganti separuhnya, olahraga akan begini terus, enggak bakal bisa maju. Itu harus setengah gedung dibongkar, tikusnya banyak banget,” ujar Taufik.

Taufik kemudian memberikan contoh soal akomodasi bagi atlet. Ia mengungkapkan bagaimana cara Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melakukan praktik korupsi.

Taufik Hidayat mengakui bahwa praktik korupsi masih menjadi masalah di Indonesia. Menurut Taufik Hidayat, tindakan korupsi bisa dilakukan oleh pejabat atau ASN biasa.

Ia lantas memberi contoh satu fenomena yang rentan terjadi praktik korupsi oleh anggota ASN biasa di bidang olahraga.

“Sekarang gini deh, ada atlet 500. Kita dipelatnasin di hotel. Harga, let’s say per atlet jatahnya Rp 500.000,” kata Taufik Hidayat,

“Kalau kita masukin orang banyak ke hotel itu kan, suka dapat diskon,” ujar dia menambahkan.

Diskon tersebut nantinya bisa diambil oleh anggota ASN yang bertugas.

“Oh, selisih. Lumayan,” kata Deddy menanggapi.

Lebih lanjut Taufik Hidayat mengatakan bahwa diskon itu baru diperoleh dalam satu hari. Padahal, kata Taufik Hidayat, pelatnas bisa digelar selama lebih dari satu bulan.

Jika dihitung, angka yang terkumpul dari 500 atlet dalam satu hari seperti yang dikatakan Taufik, maka tercatat Rp 50 juta. Kemudian, jika dikalikan dalam 30 hari atau satu bulan, angka berkisar Rp 1,5 miliar.

“Rp 100.000 kali 1.000 (500) atlet. Berapa duit? Per hari,” ungkap Taufik Hidayat lagi.

“Makanya dia (koruptor) bilang kerja gue PNS (gaji) segini-segini, omong kosong semua.”

“Kok mereka bisa survive, punya rumah, mobil, cicilan berapa, hidup di Jakarta? Come on!” tegas dia.

Terlepas dari hal itu, Taufik Hidayat kini ikut dipanggil oleh KPK untuk memberikan kesaksian dalam kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Imam Nahrawi.

Taufik Hidayat mengaku menerima uang itu dari Direktur Keuangan Satlak Prima saat itu, Reiki Memesah, sebelum diserahkan ke asisten Imam Nahrawi, Miftahul Ulum.

Dia mengakui tindakannya mengantar uang ke Mantan Pemuda dan Olahraga itu sebesar Rp 1 miliar dari total Rp 20,148 miliar. Dia sama sekali tidak tahu apa kegunaan dari uang tersebut.

Hal itu juga dipertegas Taufik Hidayat dalam wawancara bersama Deddy Coburzier. “Saya tidak tahu uang itu (untuk apa). Saya tidak bertanya (untuk apa uang itu), tetapi saya tahu itu uang. Karena saya saat itu (masih) baru, jadi yang nitip, oh ya sudah deh,” ucapnya.

“Saya akui, saya salah, cuma kan saya tidak berpikir panjang,” ujar Taufik Hidayat. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.