Minggu, 16 Juni 19

Kemenperin Seleksi Perusahaan Terbaik Jadi Percontohan Industri 4.0

Kemenperin Seleksi Perusahaan Terbaik Jadi Percontohan Industri 4.0
* Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Obsessionnews.comKementerian Perindustrian (Kemenperin) saat ini tengah menyeleksi perusahaan-perusahaan terbaik di sektornya,  terutama dalam kesiapan menerapkan teknologi industri 4.0. Hal ini merupakan salah satu tahap implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Upaya strategis tersebut untuk menjadi percontohan, sehingga dapat mengajak manufaktur lain melihat manfaat positif dari penerapan industri 4.0,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika melakukan kunjungan kerja di PT Schneider Electric  Manufacturing Batam (PT SEMB), Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (16/11/2018) seperti dikutip obsessionnews.com dari siaran pers Kemenperin.

Airlangga menjelaskan, industri 4.0 dinilai memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur agar lebih efisien dan menghasilkan produk berkualitas.

“Oleh karena itu, pemerintah selaku pembuat kebijakan akan terus memfasilitasi kebutuhan riil sektor industri prioritas dalam mengadopsi teknologi industri 4.0 secara optimal,” tegasnya.

Berdasarkan Making Indonesia 4.0, ada lima sektor manufaktur yang akan dijadikan pionir, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektonika.

“Kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi sebesar 65 persen terhadap total ekspor, kemudian menyumbang 60 persen untuk PDB, dan 60 persen tenaga kerja industri ada di lima sektor tersebut,” tutur Airlangga.

Di sektor industri elektronika, PT SEMB ditunjuk oleh Kemenperin sebagai lighthouse implementasi industri 4.0 di Indonesia karena memiliki banyak pengalaman dan kompetensi dalam mendirikan fasilitas smart factory serta journeytransformasi digital.

“Sebuah lighthouse atau champion akan menjadi role model sekaligus juga mitra dialog pemerintah dalam implementasi industri 4.0 di Indonesia,” tandasnya.

Untuk itu Kemenperin bersama PT SEMB menandatangani Nota Kesepahaman tentang pengembangan dan penerapan teknologi industri 4.0 dalam rangka implementasi Making Indonesia 4.0. Tujuannya untuk mengembangkan, meningkatkan keterampilan dan optimalisasi penggunaan teknologi industri 4.0 oleh pelaku industri di Indonesia.

Penandatanganan Nota Kesepahaman itu dilakukan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara dan Vice President PT SEMB Gabriel De Tissot, yang disaksikan langsung Airlangga dan Senior Vice President Global Supply Chain Schneider Electric untuk Asia Timur dan Jepang, Jim Tobojka.

Menurut Airlangga, kolaborasi dengan berbagai mitra yang berkompeten di bidang transformasi digital seperti PT SEMB merupakan bagian dari penguatan kebijakan Kemenperin dalam upaya mempercepat implementasi industri 4.0 di Indonesia.

“Tentunya untuk mencapai aspirasi besar Making Indonesia 4.0, yaitu menjadikan Indonesia masuk 10 negara dengan ekonomi terkuat di dunia tahun 2030,” ujarnya.

Pabrik di Batam Sebagai Percontohan

Sementara itu Ngakan menyampaikan selama tiga tahun masa Nota Kesepahaman PT SEMB akan menjadi mitra kerja Kemenperin dalam melaksanakan pelatihan dan pendampingan bagi para pelaku industri. Selain itu menjadikan pabrik di Batam sebagai percontohan bagi pelaku industri lain di Indonesia yang ingin belajar dan menyaksikan secara langsung penerapan otomasi.

“Kami juga akan melaksanakan program pelatihan dan pendampingan untuk Manajer Transformasi Industri 4.0. Mereka ini akan melatih para peserta selama satu minggu terkait berbagai aspek dalam transformasi digital yang nantinya para peserta akan menerima sertifikasi kompetensi atau kelayakan dalam penerapan industri 4.0,” paparnya.

Di tempat yang sama Gabriel De Tissot mengaku, pihaknya sangat bangga dapat bekerja sama dengan Kemenperin untuk menjadi lighthouse industri 4.0 di Indonesia dan diperhitungkan sebagai salah satu perusahaan terkemuka di wilayahBatam.

“Transformasi digital yang kami hadirkan di seluruh pabrik kami di Batam menggunakan solusi EcoStruxture™ dan aplikasi industri 4.0 lainnya yang memungkinkan pemantauan kinerja operasi kami di setiap bagian,” katanya.

Di Batam PT SEMB mempekerjakan lebih dari 2.900 karyawan di tiga smart factory yang memproduksi beragam produk (contractor, relay, variable speed drives, sensors, circuit breakers, electronic boards) yang didistribusikan tidak hanya untuk pasar dalam negeri, namun juga Eropa, Amerika Utara, China, India dan wilayah Asia Pasifik.

Smart Factory Schneider Electric di Batam adalah bagian dari transformasi digital Schneider Electric secara Global. Sampai hari ini, Schneider Electric telah memiliki enam smart factory di seluruh dunia termasuk di Batam. Smart Factory Schneider Electric lainnya terletak di China, Prancis, Filipina, Amerika Utara dan India. (arh)

 

Baca juga:

Kemenperin Kuatkan Kolaborasi Guna Bangun Konektivitas Industri 4.0

Kemenperin Kembangkan Arang Bambu Jadi Komponen Baterai

Kemenperin Jadi Ujung Tombak Pengembangan Sektor Riil

Punya Teknologi Unggulan, Kemenperin Promosi IKM Mesin Pertanian

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.