Kamis, 28 Mei 20

Kemenparekraf Tingkatkan SDM Pelaku Pariwisata Lewat Pelatihan Daring Bahasa Inggris

Kemenparekraf Tingkatkan SDM Pelaku Pariwisata Lewat Pelatihan Daring Bahasa Inggris
* Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandi. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.comSeleksi peserta telah dilakukan pada akhir April 2020 dan berhasil menjaring kurang lebih 600 orang, dan sebagian berasal dari lima destinasi super prioritas (DSP), daerah terdampak Covid-19, dan destinasi wisata lainnya.

Sebanyak 100 orang dinyatakan lolos yang dibagi menjadi 10 kelompok untuk mengikuti pelatihan daring (online) Bahasa Inggris yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Peserta merupakan perwakilan dari pelaku pariwisata yang sebagian besar bekerja sebagai pemandu wisata, pengelola homestay, dan anggota kelompok sadar wisata.

Pelatihan dilaksanakan selama enam bulan, yakni pada Mei hingga November 2020 dengan durasi setiap pertemuan 50 menit. Peserta mengikuti placement test, mid-test, dan final test untuk mengukur pencapaian pembelajaran. Materi yang akan diberikan mulai dari percakapan bahasa Inggris dasar hingga mempromosikan daya tarik wisata.

Meski dilakukan secara daring, pembelajaran dilakukan dua arah secara real time dengan pelatih profesional dalam kelas virtual. Modul pembelajaran dalam bentuk soft-copy juga disediakan di setiap sesi. Peserta dengan kehadiran di atas 85 persen akan mendapat sertifikat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menyambut baik terkait dilaksanakannya kembali program pelatihan online Bahasa Inggris bagi pelaku pariwisata.

“Pelaku pariwisata harus tetap memiliki aktivitas positif dan meningkatkan keahlian dan keterampilan diri untuk menghadapi kondisi saat ini maupun tantangan yang akan muncul pascapandemi,” ujar Wishnutama dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/5/2020).

Dia berharap, dengan mengikuti pelatihan ini para peserta dapat meningkatkan kemampuannya berkomunikasi dalam bahasa Inggris, serta berdampak pada peningkatan daya saing SDM pariwisata pada umumnya

“Serta keahlian berbahasa Inggris yang diperoleh juga dapat menjadi bekal untuk menyambut datangnya kembali para wisatawan pascapandemi,” pungkas Wishnutama. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.