Senin, 28 September 20

Kemenparekraf Siapkan Tatanan Normal Baru Sektor Parekraf di NTB

Kemenparekraf Siapkan Tatanan Normal Baru Sektor Parekraf di NTB
* Salah satu destinasi wisata di Nusa Tenggara Barat (NTB). (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama stakeholder pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) mempersiapkan protokol kesehatan dan SOP menyambut kenormalan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani menyampaikan, pandemi Covid-19 telah membuat perilaku manusia yang baru dimana masyarakat jauh lebih peduli terhadap faktor-faktor kebersihan, kesehatan, dan keamanan termasuk untuk destinasi pariwisata.

Dia mengatakan, nantinya semua industri akan lebih mengedepankan protokol kesehatan, akan diletakan menjadi protokol paling pertama baru diikuti protokol lainnya.

“Karena kita menghadapi krisis yang berbasis virus, yang tidak bisa dilihat kasat mata,” ungkap Giri dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/6/2020).

Namun tidak boleh terus menerus terpuruk dan harus bangkit meneruskan pembangunan dengan menyusun strategi. “Dan menerapkan SOP protokol kesehatan dalam keseharian di institusi masing-masing,” katanya.

Giri mengaku, Kemenparekraf terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait dalam menyiapkan protokol kesehatan dan verifikasi implementasi Standar Operasional Prosedur Clean, Health, and Safety (SOP CHS) dengan baik dan benar sesuai standarisasi yang ditetapkan.

“Gerakan CHS ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi dan industri pariwisata Indonesia usai Covid-19 sehingga destinasi akan siap menerima kunjungan wisatawan, yang pada tahap awal pasti akan didominasi oleh wisatawan domestik,” katanya.

Sementara itu,Dirut Poltekpar Lombok Hamsu Hanafi menjelaskan, tren tatanan baru kenormalan baru dianggap sangat penting dalam menghadapi sektor pariwisata ke depan. Poltekpar sebagai lembaga pendidikan vokasi bidang pariwisata ingin berkontribusi secara luas bagi masyarakat dan khususnya industri hospitality.

“Kami akan memberikan solusi dan menyikapi dampak dari pandemi Covid-19 sebagai langkah dan upaya menyambut normal baru khususnya di Lombok,” katanya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.