Minggu, 9 Agustus 20

Kemenparekraf Prioritaskan Pengembang Game Lokal Ikut Ajang Internasional

Kemenparekraf Prioritaskan Pengembang Game Lokal Ikut Ajang Internasional
* Para pelaku industri dan pengembang game Indonesia. (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) siap memfasilitasi para pelaku industri dan pengembang game lokal untuk ikut dalam sub-event internasional dari Gamescom 2020 yakni Devcom Digital Conference 2020.

Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf Yuana Rochma Astuti mengatakan, pihaknya memprioritaskan agar game-game produksi Indonesia dapat tampil di ajang internasional.

“Kami berharap bisa memberikan dukungan penuh kepada pengembang game lokal kita sehingga dapat bersaing di pasar global,” kata Yuana dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/7/2020).

Partisipasi Indonesia didasari data Survei Ekonomi Kreatif pada 2016 bahwa subsektor aplikasi dan pengembang permainan menyumbang 1,86 persen dari PDB Ekonomi Kreatif atau setara dengan 17,142 miliar rupiah.

Bentuk fasilitasi yang diberikan Kemenparekraf/Baparekraf untuk para perusahaan yang terpilih adalah akses penuh menuju Devcom Digital Conference 2020.

“Dengan akses penuh ini, para peserta bisa mengikuti semua kelas konferensi yang ada, mengikuti B2B matchmaking online untuk mencari partner dan investor global, serta memamerkan karya-nya masing-masing dalam virtual booth yang dimiliki Indonesia,” kata Yuana.

Yuana menambahkan, peserta juga akan mendapatkan akses untuk mengikuti MeetToMatch – The Online Cologne Edition, yang akan memperkuat peluang menjalin transaksi bisnis dari perusahaan global.

Gamescom merupakan pameran game terbesar di Eropa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pandemi Covid-19 membuat acara game yang bersifat Business to Business (B2B) serta Business to Consumer (B2C) ini harus menghentikan kegiatan offline-nya di tahun 2020 dan mengubah format menjadi online yang siap digelar mulai pertengahan Juli 2020.

“Perubahan format penyelenggaraan Gamescom secara digital saat ini dapat mengoptimalkan jumlah industri yang akan kami fasilitasi mengingat biaya yang dibutuhkan lebih efisien. Investasi ini cukup strategis karena subsektor permainan (games) merupakan subsektor yang memberikan RoI (Return of Investment) yang cukup tinggi,” ujar Yuana. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.