Kamis, 28 Mei 20

Kemenparekraf Dorong Promotor Miliki SOP Baru Penyelenggaraan Event

Kemenparekraf Dorong Promotor Miliki SOP Baru Penyelenggaraan Event
* Industri event Indonesia. (Foto: ok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong para promotor event memiliki standar operasi prosedur (SOP) dalam penyelenggaraan event untuk mempersiapkan gelaran acara di kondisi new normal maupun pascapandemi Covid-19.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizki Handayani Mustafa menjelaskan, pentingnya penyiapan SOP baru bagi promotor event sejak saat ini untuk mengantisipasi permintaan penyelenggaraan acara dalam kondisi new normal. Sebab industri event merupakan industri yang paling terdampak dibandingkan industri lain karena sifatnya yang mengumpulkan banyak orang.

“Pascapandemi atau memasuki masa new normal, SOP baru dalam dunia event harus dirumuskan dan diterapkan, khususnya hal tentang kesehatan dan higienitas,” uja Rizki dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/5/2020).

Menurut dia, pada 2021 ketika diproyeksikan pandemi berakhir, semua berharap agar para promotor dapat mendatangkan event internasional dan mempromosikan event di dalam negeri untuk menarik wisatawan mancanegara berkunjung.

Namun SOP baru dalam dunia event tersebut harus dirumuskan dan diterapkan, khususnya terkait pola menjaga kesehatan dan higienitas. Ia mencontohkan Singapura yang akan menerapkan SOP baru dalam hal penyelenggaraan event mereka dengan mengurangi jumlah pengunjung sebanyak 50 persen dari total kapasitas venue.

“Saat ini Singapura memberlakukan kampanye ‘SG Clean’ sebagai komitmen nyata pemerintah dan warganya untuk menjaga kebersihan destinasi wisata dan tempat umumnya. Tidak ada salahnya bila kita mengadopsi dan mengadaptasi apa yang dilakukan Singapura dalam menjalankan SOP dengan baik,” ujarnya.

Kemenparekraf juga mendorong promotor untuk bersama-sama membuat Roadmap Event 2021 – 2024 di Indonesia. Serta membuat daftar event internasional yang berpotensi untuk diselenggarakan di Indonesia. Diharapkan market event tersebut adalah pasar internasional atau paling tidak Asia Tenggara.

“Agar jalannya event dengan market yang sama tidak bersamaan, termasuk di dalamya adalah penjadwalan, promosi luar negeri, promosi dalam negeri, dan seterusnya. Pada kuartal 4 diharapkan baru akan dimulai semua kampanye terkait dengan kesiapan industri event menghadapi new normal sehingga masyarakat tertarik,” katanya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.