Senin, 26 Oktober 20

Kemenparekraf Dorong Pelaku UMKM untuk Adaptif dan Inovatif

Kemenparekraf Dorong Pelaku UMKM untuk Adaptif dan Inovatif
* Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo. (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk bisa bertahan dan lebih cepat beradaptasi serta menciptakan inovasi baru di tengah pandemi.

Dia mengatakan, tantangan dari usaha pengembangan produk kreatif ini adalah karena ada pembatasan-pembatasan pergerakan yang mempengaruhi operasional pelaku UMKM, dari mulai pemasok hingga distribusi yang terhambat serta keleluasaan penjualan secara offline.

“Tapi kita selalu percaya, dalam setiap tantangan kita harus bisa mencari peluang dan jalan keluar,” ujar Angela dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/9/2020).

Dia menjelaskan, cara untuk melihat peluang di masa pandemi ini adalah pelaku UMKM harus bisa beradaptasi dan berinovasi dengan cepat. Salah satu upayanya adalah dengan go online, karena hal ini dapat membantu banyak usaha termasuk produk kreatif agar bisa bertahan dan mempunyai pasar yang jauh lebih luas.

“Jadi, ini merupakan sebuah peluang yang harus kita sadari bersama dan perlu kita dorong” kata Angela.

Angela menambahkan, untuk cepat beradaptasi, pelaku UMKM harus pandai dalam melihat potensi market saat ini. Seperti yang dilakukan Kemenparekraf dalam mendorong produk kreatif melalui Gerakan Masker Kain.

“Kami melihat ada potensi yang bisa dikembangkan untuk UMKM sektor fashion, agar segera mengadopsi peluang ini untuk bisa memproduksi masker kain karena memang ada kebutuhan. Inovasi seperti ini yang perlu kita lakukan,” ucapnya.

Kemenparekraf juga telah meluncurkan program #BeliKreatifLokal untuk mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia. Di mana programnya adalah membantu UMKM dari offline menjadi go online. Selain itu, Kemenparekraf juga memberikan bantuan berupa pelatihan untuk melakukan promosi secara online yang pastinya berbeda dari cara promosi secara offline.

Angela juga mengatakan hal mendasar sebagai pelaku usaha ialah harus bisa memadukan kebutuhan antara _supply_ dengan demand.

“Bagaimana kita bisa melihat potensi market dan ini harus continue, pergerakan market, tren market harus selalu dipantau, karena tren terus berubah dan kita harus adaptif, bahkan kalo perlu kita harus menjadi tren maker” ujarnya.

Menurut Angela, research development juga sangat penting bagi pelaku UMKM agar memiliki pemahaman mendasar mengenai target market dan pengembangan produk kreatif. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.