Rabu, 26 Januari 22

Kemenparekraf dan Kemenkop Bakal Kerja Sama Gelar BBI Award

Kemenparekraf dan Kemenkop Bakal Kerja Sama Gelar BBI Award
* Acara seminar online ‘Pemerintah Hadir untuk UMKM’ yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pada Selasa (21/7/2020). (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) akan bekerja sama untuk menggelar acara BBI Award yang akan dilaksanakan pada Desember 2020.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat menjadi keynote speaker di seminar online ‘Pemerintah Hadir untuk UMKM’ yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pada Selasa (21/7/2020).

Baca juga: Kemenparekraf Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan Teknologi Digital

Wishnutama mengungkapkan, dalam acara BBI Awards ini memiliki 15 kategori, dengan rincian 14 kategori berupa subsektor Ekonomi Kreatif dan 1 kategori UMKM.

“Diharapkan semua ini dapat membawa semangat kita semua untuk berbuat yang terbaik saat pandemi ini. Sekali lagi saya ingatkan bahwa di setiap krisis selalu ada kesempatan. Dan mari kita sama-sama manfaatkan peluang ini,” kata Wishnutama dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/7).

Dia mempercayai bahwa pelaku UMKM Indonesia memiliki kemampuan untuk berinovasi dan berkreasi bersama-sama. Untuk itu, inovasi dan semangat gotong royong untuk mendorong perkembangan ekonomi kreatif harus terus digaungkan.

“Mari kita membawa semangat gotong royong kesatuan dan persatuan,” kata Wishnutama.

Baca juga: Kemenparekraf Ajak Talenta Digital Kreatif Ikuti BDD 2020

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, dalam transformasi digital bagi UMKM bahkan untuk mengantar masyarakat masuk dalam komunitas digital tidak terlepas dari deployment infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Saat ini pemerintah terus berusaha untuk menyelesaikan network infrastruktur TIK, baik middle-mile dan last-mile network untuk menghubungkan konektivitas telekomunikasi sampai titik terdepan. Tidak hanya di wilayah nondaerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tapi juga di wilayah 3T di Indonesia.

“Sehingga dengan demikian akan tersedia dengan baik infrastruktur untuk ekonomi digital, termasuk yang dibutuhkan untuk UMKM transformasi ke digital ekonomi kita,” kata Johnny.

Hal ini penting untuk meningkatkan rasio internetifikasi di Indonesia dan memperkecil disparitas internetifikasi antar wilayah dan penduduk. “Baik dari sisi jangkauan maupun kualitas layanan internet yang memadai,” tambah Johnny.

Baca juga: Kemenparekraf Minta Pelaku Pariwisata Manfaatkan Kebijakan Pemerintah

Seperti diketahui, dalam acara ini juga digelar diskusi yang menghadirkan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo, Head of Public Policy & Government Relations Shopee Radityo Triatmojo, Chief of Communication DANA Chrisma Albandjar, Manager of Public Policy and Government Relations idEA Rofi Uddarojat, dan sejumlah pelaku UMKM.

Diskusi tersebut mendorong para pelaku UMKM untuk menjadikan keterbatasan akibat COVID-19 menjadi turning point untuk segera melakukan transformasi digital.  (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.