Rabu, 17 Juli 19

Kemenpar-SMF Kembangkan Skema Pembiayaan Pengembangan Homestay dan Desa Wisata

Kemenpar-SMF Kembangkan Skema Pembiayaan Pengembangan Homestay dan Desa Wisata
* Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng perusahaan pembiayaan PT Sarana Multigriya Financial (SMF) untuk bekerja sama mengembangkan skema pembiayaan bagi pengembangan homestay dan desa wisata di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP). (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng perusahaan pembiayaan PT Sarana Multigriya Financial (SMF) untuk bekerja sama mengembangkan skema pembiayaan bagi pengembangan homestay dan desa wisata di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP).

Perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak ditandatangani oleh Asisten Deputi Investasi Pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Henky Manurung dan Direktur Manajemen Risiko dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman, di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Henky Manurung menjelaskan, dalam kerja sama ini SMF berperan sebagai pemberi pembiayaan homestay kepada masyarakat di desa atau lokasi wisata melalui Lembaga Penyalur dan Pemberdayaan Lembaga Penyalur pada area DPP.

“SMF berkoordinasi dengan Kemenpar melalui Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata, melakukan pendampingan kepada lembaga penyalur dalam rangka capacity building dan peningkatan peran serta masyarakat setempat,” ujar Hengky seperti dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Kamis (11/7).

Ia menjelaskan poin kerja sama dengan PT SMF melingkupi lima hal. Yang pertama terkait fasilitas dan koordinasi terkait dengan kebijakan yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak dalam melaksanakan pembiayaan pembangunan pondok wisata (homestay) di 10 DPP.

Kedua, yaitu pertukaran data dan informasi yang dibutuhkan.

Ketiga, terkait pembiayaan homestay.

Keempat, pelaksanaan regulasi, profiling, promosi dan advokasi investasi.

Kelima, monitoring dan evaluasi dalam rangka pertumbuhan pembangunan homestay di 10 DPP.

Ke-10 DPP tersebut yakni Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu,  Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

Dalam kesempatan yang sama Trisnadi Yulrisman mengatakan, program pembiayaan homestay diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk membangun atau memperbaiki kamar rumah yang akan disewakan kepada wisatawan.

“Sehingga dapat mendatangkan penghasilan bagi pemilik, tercipta lapangan kerja, sekaligus meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah homestay,” katanya.

Sementara itu Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata Kemenpar Anneke Prasyanti mengatakan, kerja sama ini diharapkan bisa menjadi terobosan bahwa alokasi pendanaan dapat mendukung homestay desa wisata yang kriterianya sesuai dengan aset lokal dan arsitektur nusantara.

“Sebelum diberikan bantuan, ada proses verifikasi dan survei. Setelah lokus dipilih, dilakukan sosialisasi pengembangan homestay yang baik, disesuaikan dengan konteks budayanya masing-masing. Kami juga menyiapkan buku panduan untuk dipelajari masyarakat setempat” ujarnya.

SMF merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang didirikan pada 2005 di bawah Kementerian Keuangan, yang mengemban tugas sebagai special mission vehicle (SMV) untuk membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan.

SMF berkontribusi penting dalam menyediakan dana menengah panjang bagi pembiayaan perumahan melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.