Selasa, 7 Desember 21

Kemenpar Dinilai Sangat Baik Terapkan SPBE

Kemenpar Dinilai Sangat Baik Terapkan SPBE
* Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara. (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com – Di bawah kepemimpinan Arief Yahya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memiliki kinerja yang layak diacungi jempol dalam menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) menilai Kemenpar sangat baik dalam menerapkan SPBE selama 2018.

Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara menyambut baik hasil evaluasi SPBE 2018 yang merupakan kegiatan evaluasi yang diikuti 616 instansi pemerintah.

Tercatat selama 2018 hasil evaluasi SPBE dari 616 instansi tersebut menunjukkan hasil 13% kategori baik, baik sekali, dan memuaskan serta 87% kategori cukup dan kurang.

“Untuk kategori kementerian, dari 34 Kementerian, 3 kementerian mendapatkan piagam termasuk Kemenpar dengan predikat sangat baik,” tutur Ukus di Jakarta, Jumat (29/3/2019), seperti dikutip obsessionnews.com dari siaran pers Kemenpar.

Dua kementerian lain yakni Kementerian Keuangan dengan predikat memuaskan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan predikat sangat baik. Sementara nilai Indeks SPBE Kementerian Pariwisata berada di kisaran nilai 3,71 (sangat baik) dengan nilai maksimal 5.

Total ada 18 instansi yang menerima penghargaan (kategori Kementerian, LPNK, Provinsi, Kabupaten, Kota, Lembaga Lainnya) dan masing-masing instansi mendapatkan hasil Indeks SPBE 2018 yang berisi hasil (kekuatan dan kelemahan) serta rekomendasi yang harus ditindaklanjuti.

Penyerahan hasil evaluasi SPBE 2018 digelar di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (28/3)

Dalam kesempatan itu Menteri PAN RB Syafruddin memaparkan terkait kegiatan evaluasi SPBE yang bertujuan untuk mengetahui capaian kemajuan pelaksanaan SPBE pada instansi pusat dan daerah. Ia juga memberikan saran pernaikam untuk peningkatam kualitas pelaksanaan SPBE.

Penyerahan piagam oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla juga dipaparkan benchmarking oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Tahapan pelaksanaan SPBE dimulai dari sosialiasi, evaluasi mandiri, evaluasi dokumen, wawancara, dan observasi lapangan. Sedangkan domain yang masuk dalam penilaian adalah Kebijakan, Tata Kelola, dan Layanan/Aplikasi. Dengan 35 indikator pertanyaan mengenai 11 aplikasi yang tersedia di masing-masing instansi.

Untuk melaksanakan kegiatan itu Kem-PAN-RB bekerja sama dengan Universitas Indonesia, UGM, Gunadarma, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Universitas Telkom untuk menjadi Juri Independen.

“Kami berharap hasil predikat ini semakin memacu kami untuk terus dapat meningkatkan penerapan SPBE dalam hal kebijakan, tata kelola, dan layanan dengan lebih baik,” tutur Ukus Kuswara. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.