Minggu, 27 September 20

Kemenkop: Pembatalan DNI Bukan Blunder Kebijakan

Kemenkop: Pembatalan DNI Bukan Blunder Kebijakan
* Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring dan Direktur Utama Smesco Indonesia di sela pembukaan Stunning Bangka Belitung di gedung Smesco Indonesia, Jakarta. (Foto: dok Smesco Indonesia).

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah menegaskan pembatalan kebijakan Daftar Negatif Investasi (DNI) yang diperluas di sektor UMKM bukan karena kebijakan itu cacat prosedural. Pembatalan yang langsung disampaikan oleh Presiden Jokowi pada saat Rakernas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Solo beberapa waktu lalu karena berbagai pertimbangan ulang oleh pemerintah.

Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM Meliadi Sembiring menyatakan, bahwa batalnya DNI masuk dalam paket kebijakan ekonomi (PKE) ke – 16 karena ada hal yang urgen dan dipandang lebih baik untuk dibatalkan. Hal itu juga sesuai rekomendasi dari pelaku usaha khususnya Kadin Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

“Bukan, (dibatalkan) bukan karena blunder kebijakan pemerintah,” kata Meliadi Sembiring usai menghadiri promosi produk UMKM Provinsi Bangka Belitung bertajuk “Smesco Indonesia presents Stunning Bangka Belitung” di Smesco Indonesia, Sabtu (1/12/2018).

Meliadi juga menjelaskan pembatalan DNI UMKM masuk dalam PKE ke – 16 bukan berarti pemerintah tidak lagi memberikan perhatian penuh bagi sektor UMKM. Pihaknya akan terus mendorong sektor ini tumbuh kembang. Pihaknya juga akan terus mendorong agar sektor ini ke depan akan semakin banyak investor yang berminat menanamkan modalnya. 

“Prinsipnya kita tetap dukung UMKM, mungkin perlu pertimbangan lebih dalam (maka dibatalkan). Intinya supaya UMKM kita bisa berkembang karena mereka tulang punggung ekonomi kita. Untuk investasi harus dong, bagaimana usaha kalau nggak ada investasinya,” pungkas dia.

Sebagai tambahan informasi, dalam acara Stunning Bangka Belitung tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM melalui Badan Layanan Umumnya (BLU) aktif mendorong pertumbuhan pasar baik domestik maupun internasional. Melalui acara pameran ini diharapkan produk-produk UKM yang dipajang di Smesco Indonesia dapat menembus pasar ekspor khususnya produk dari Bangka Belitung. 

Meliadi menyatakan tidak hanya mendukung pemasaran produk UKM saja, pihaknya juga aktif memberikan dukungan ke pelaku UKM untuk meningkatkan kualitas produk dan kapasitas produksinya melalui pelatihan dan bantuan permodalan. 

“Itu sama, semua daerah kita dukung dari sisi pembiayaan, pelatihan. Kita berikan semua wilayah, intinya supaya daerah itu kalau pariwisata bisa sejalan perkembangannya dengan produktifitas ukm dan koperasi juga bisa berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu Direktur Utama Smesco Indonesia, Emilia Suhaimi, mengatakan kegiatan ini bagian dari ajang promosi semua potensi unggulan Bangka Belitung mulai dari produk, pariwisata, budaya dan kuliner khas daerah yang mencirikan identitas daerah, local heritage dan keunikan. 

Menurutnya Smesco Indonesia bergerak di bidang layanan pemasaran KUKM dengan merevitalisasi paviliun propinsi menjadi tempat display permanen, pusat promosi dan pemasaran produk unggulan KUKM daerah dari 34 provinsi di Indonesia.

“Kami membuka ruang bagi daerah mana pun untuk mengadakan kegiatan promosi produk unggulannya di Smesco Indonesia. Kerjasama sudah kami lakukan dengan beberapa daerah, yang terakhir dari Madura, Jawa Timur,” ujar Emilia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.