Minggu, 29 Mei 22

Kemenko PMK Ajak Masyarakat Bahu-Membahu Perangi Stunting

Kemenko PMK Ajak Masyarakat Bahu-Membahu Perangi Stunting
* Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto. (Foto: Kemenko PMK)

Jakarta, obsessionnews.com25 Januari 2022 Indonesia memperingati Hari Gizi Nasional ke-62 dengan mengusung tema ‘Aksi Bersama Cegah Stunting’.

Saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan stunting. Selain itu Indonesia juga masih memikul beban ganda masalah gizi, yaitu masih banyak penduduk yang mengalami kekurangan gizi mikro, makro dan gizi lebih.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (PMK) Agus Suprapto menjelaskan, secara nasional, prevalensi balita stunting masih sebesar 24,4%, underweight sebesar 17% dan wasting sebesar 7,1% (SSGI, 2021).

Agus menerangkan, tantangan untuk meningkatkan status gizi semakin besar mengingat pandemi Covid-19 berpotensi untuk menyebabkan terganggunya kondisi kesehatan, sosial-ekonomi masyarakat serta mempengaruhi pola makan atau asupan makan.

“Kita masih harus bekerja keras dan perlu langkah luar biasa untuk menurunkan stunting hingga 14% di tahun 2024 sebagaimana yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/1/2022).

Dalam upaya pencapaian target tersebut, diperlukan dukungan dari semua pemangku kepentingan, seperti lintas kementerian atau lembaga, mitra pembangunan, profesi, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lain-lain.

Agus menyampaikan, percepatan penurunan stunting ini harus dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara kementerian atau lembaga, pemda provinsi/kabupaten/kota, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lain termasuk TNI/Polri.

“Intervensi spesifik dan sensitif harus dapat terimplementasi nyata dilapangan tentunya disertai strategi peningkatan kapasitas SDM dan edukasi baik ditingkat rumah tangga, posyandu, puskesmas dan lokasi lain untuk mendukung upaya perbaikan gizi untuk mencegah stunting (amanah perpres no 72 tahun 2021),” ujarnya.

Selain itu Agus menyampaikan, momentum hari gizi bisa dipakai untuk berbagi dan bergerak bersama memberi perhatian pada remaja, ibu hamil, pasangan usia subur dan calon pengantin. Berdasarkan data, pasangan usia subur yang bukan peserta KB masih ada sebesar 16.347.800, jumlah ibu hamil sebesar 4.887.405 ibu dan balita stunting sebesar 5,33 juta balita.

“Perlu juga pendampingan khusus untuk daerah dengan jumlah kelompok risiko tinggi  di 7 provinsi prioritas prevalensi stunting tinggi  (NTT, sulbar, aceh, NTB, Sultra, Kalsel, Kalbar) dan 5 provinsi jumlah absolut besar (Jabar, Jatim, Jateng, banten dan Sumut) tanpa mengabaikan provinsi lainnya,” imbuhnya.

Dalam memperingati Hari Gizi Nasional ke 62, Agus mengajak seluruh masyarakat ikut bahu-membahu perang melawan stunting. Menurutnya, untuk mewujudkan SDM unggul untuk menuju Indonesia Maju, maka stunting harus dientaskan dari bumi Indonesia.

“Kemenko PMK mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bekerjasama dalam memerangi stunting karena masa depan suatu bangsa dan negara terletak kepada kemampuan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang maju dan berkualitas. Mari wujudkan SDM unggul dalam menyongsong industri 5.0,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.