Kamis, 23 September 21

Kemendikbud Masih Kaji Penerapan Belajar Mengajar di Tengah Pandemi Covid-19

Kemendikbud Masih Kaji Penerapan Belajar Mengajar di Tengah Pandemi Covid-19
* Ilustrasi belajar mengajar. (Foto: Dok Radar Depok)

Jakarta, Obsessionnews.com Kementerian Pendidikkan dan Budaya (Kemendikbud) tengah mengkaji penerapan kirikulum darurat kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Kemendikbud pun telah meluncurkan program merdeka dalam kegiatan belajar mengajar saat pamdemi corona. Sehingga diharapkan guru bisa memberikan variasi dan inovasi saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) lantaran telah diberikan keleluasaan.

“Saya kira sudah kami sampaikan ke Balitbang untuk dikaji. Karena prinsipnya, Pak Menteri sudah menyiapkan, sudah meluncurkan program merdeka belajar,” ujar Plt Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad dalam diskusi daring ‘Pendalaman Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19’, Selasa (16/6/2020).

Kemendikbud juga mempersilahkan guru untuk memprioritaskan materi apa saja yang paling esensial dalam tahun ajaran ini. Dia mengatakan, pandemi corona memberi keleluasaan para guru menyederhanakan materi-materi yang diberikan kepada siswanya.

“Kemungkinan pusat kurikulum sedang menyiapkan penyederhanaan kurikulum disertai dengan modulnya juga. Tetapi ini bukan berarti inisiatif yang sudah dilakukan Kepsek ditiadakan. Mungkin ini pilihan yang bisa digunakan oleh guru kita untuk pembelajaran dan pasti akan berbeda dari satu tempat ke tempat lain,” ucap Hamid.

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Iwan Syahril mengingatkan bahwa kurikulum pembelajaran bukan dokumen mati yang harus diajarkan kepada siswa sesuai dengan teksnya.

“Setiap kurikulum disusun untuk menciptakan dialog, interaksi, dan komunikasi antara guru dengan peserta didik, hingga orangtua,” ujar Iwan.

Dia pun mengatakan penyederhanaan kirikulum harus difokuskan kepada para siswa sebagai peserta didiknya

“Assessment itu bisa simpel kok. Materi sebelumnya bisa digunakan untuk test case,” tandasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.