Kamis, 26 Mei 22

Kemendikbud Desak Dinas Pendidikan se-Indonesia Jemput Bola KIP

Kemendikbud Desak Dinas Pendidikan se-Indonesia Jemput Bola KIP

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka Rapat Koordinasi Percepatan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Pendidikan Nonformal di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (19/10/2016) malam.

Kemendikbud menghimbau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Indonesia agar mempercepat penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Pendidikan Nonformal.

Dinas tersebut diberi arahan agar proaktif dan melakukan jemput bola agar KIP cepat sampai ke Rumah Tangga Sasaran (RTS).

“Kami mohon bantuan Dinas Pendidikan kabupaten/kota bekerjasama dengan berbagai pihak,” kata Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews, Kamis (19/10/2016).

Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) terdapat 17,9 juta anak usia 6 sampai dengan 21 tahun memiliki hak mendapatkan KIP.

Dari jumlah tersebut, terdapat 4,1 juta adalah anak usia sekolah yang tidak sekolah (ATS).

“Ditjen PAUD dan Dikmas telah mengirimkan data ATS sebanyak 2,9 juta dalam bentuk CD ke seluruh Dinas Pedidikan Kabupaten/Kota,” jelas Harris.

kip-kemendikbud

Data ATS yang dikirimkan tersebut, Dinas Pendidikan diharapkan dapat bekerjasama dengan satuan pendidikan dan para penggiat pendidikan lainnya agar melakukan verifikasi data ATS di masyarakat.

“Jika sudah terverifikasi diharapkan penggiat pendidikan dapat memberikan motivasi dan mengajak ATS tersebut untuk kembali ke sekolah, atau mengikuti program kesetaraan, serta mengikuti kursus dan pelatihan,” ajak Harris kepada para penggiat pendidikan.

“Bagi ATS yang sudah masuk ke sekolah, ataupun kesetaraan dan kursus, kami harapkan dapat meminta bantuan satuan pendidikan untuk didaftarkan atau masuk dalam data pokok pendidikan (Dapodik),” jelas Harris.

Hal tersebut agar menjadi bagian yang memperoleh Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

Sementara, Deputi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Agus Sartono turut menghimbau kepada para pegiat pendidikan untuk dapat lebih teliti dan peduli kepada masyarakat sekitar.

Jika ditemukan orangtua pemegang kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dapat dibantu untuk mendapatkan KIP.

“Bagi orangtua penerima PKH tetapi belum memegang KIP, dinas pendidikan diharapkan dapat membantu orantua tersebut agar mendapatkan KIP,” ajak Agus. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.