Minggu, 5 Februari 23

Kasus Pencabulan Santri, Kemenag Cabut Izin Operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah

Kasus Pencabulan Santri, Kemenag Cabut Izin Operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah
* Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Waryono. ( Foto: Humas Kemenag)

Obsessionnews.com – Kementerian Agama (Kemenag) mencabut izin operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim).

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono mengungkapkan, nomor statistik dan tanda daftar pesantren Shiddiqiyyah telah dibekukan.

 

Baca juga:

Cabuli 15 Santri, Pimpinan Pondok Pesantren di Aceh Terancam Dicambuk

Sandiaga Dorong Para Santri di Sumbar Manfaatkan Platform Digital untuk Berkarya

Wapres Serahkan Bantuan Program Santripreneur Kepada Pondok Pesantren Modern Hidayatussalikin

 

 

“Sebagai regulator Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang di dalamnya diduga melakukan pelanggaran hukum berat,”  tegas Waryono di Jakarta dalam siaran pers, Kamis (7/7/2022).

Tindakan tegas ini diambil karena salah satu pemimpinnya yang berinisial MSAT merupakan daftar pencarian orang (DPO) kepolisian dalam kasus pencabulan dan perundungan terhadap santri. Pihak pesantren juga dinilai menghalang-halangi proses hukum terhadap yang bersangkutan.

Waryono mengatakan, pencabulan bukan hanya tindakan kriminal yang melanggar hukum, tetapi juga perilaku yang dilarang ajaran agama.

“Kemenag mendukung penuh langkah hukum yang telah diambil pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” terang Waryono.

Ia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jatim, Kankemenag Jombang, serta pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa para santri tetap dapat melanjutkan proses belajar dan memperoleh akses pendidikan yang semestinya.

“Yang tidak kalah penting agar para orang tua santri ataupun keluarganya dapat memahami keputusan yang diambil dan membantu pihak Kemenag. Jangan khawatir, Kemenag akan bersinergi dengan pesantren dan madrasah di lingkup Kemenag untuk kelanjutan pendidikan para santri,” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.