Selasa, 24 November 20

Kapolri: Ada Ideologi Luar Menyasar NU dan Muhammadiyah

Kapolri: Ada Ideologi Luar Menyasar NU dan Muhammadiyah
* Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Jakarta, Obsessionnews.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut paham ideologi yang menentang Pancasila sekarang sudah menyasar ke organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Sangat memungkinkan ideologi anti Pancasila itu menyasar kelompok lain.

“Jadi konteksnya adalah saya sedang mengimbau kepada NU dan Muhammadiyah, karena saya dapat informasi bahwa ideologi-ideologi luar itu menyasar dua ormas besar itu,” ujarnya di depan jemaah Tarbiyah Perti, di Jalan Tawakal Raya, Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (3/3/2018).

“Salah satu contoh kasus yang baru ini adalah kasus penyerangan gereja di Yogya kemarin itu. Itu ternyata massa NU yang terpengaruh atau ditarik oleh kelompok Takfiri,” tambahya.

Tito bersilaturahmi ke ormas Persatuan Tarbiyah Islamiyah atau PP Tarbiyah Perti. Dalam kesempatan itu, Tito menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya video pidato dirinya, ketika mengunjungi Pondok Pesantren An-Nawawi, Serang, Banten tahun 2017, video yang sempat kontroversial dan menuai kecaman sejumlah ormas Islam di Indonesia.

“Saya sengaja datang silaturahmi ke Tarbiyah Perti hari ini, ini sekaligus ingin mengklarifikasi video yang waktu itu sempat beredar. Video itu dipotong dua menit,” kata Tito.

Ia mengatakan, pidatonya tersebut diketahui telah dipotong dua menit, sehingga terkesan bahwa dirinya menyatakan hanya NU dan Muhammadiyah saja yang memiliki kontribusi dalam memerdekakan bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah juga punya jasa besar dalam pembangunan bangsa.

“Dengan segala hormat, saya tidak bermaksud menafikan keberadaan atau kontribusi ormas-ormas Islam lainnya dalam memerdekakan bangsa ini. Peristiwa (pidato) itu terjadi tahun lalu, bulan februari 2017, ada yang sengaja menyebarkan itu dengan dipotong. Karena memang sekarang ini momentum politik, sehingga ada yang sengaja memunculkan itu.” (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.