Minggu, 5 Februari 23

JPU Ingatkan Saksi Ahli Meringankan Sambo untuk Tidak Masuk dalam Fakta Persidangan

JPU Ingatkan Saksi Ahli Meringankan Sambo untuk Tidak Masuk dalam Fakta Persidangan
* Persidangan kasus dugaan pembunuhan Brigadir Joshua alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kubu Ferdy Sambo dan Putri menghadirkan saksi ahli Hukum Pidana dari Universitas Hasanuddin, Said Karim. (Foto: tangkapan layar)

Obsessionnews.com – Persidangan kasus dugaan pembunuhan Brigadir Joshua alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam persidangan kubu Ferdy Sambo dan Putri menghadirkan saksi ahli Hukum Pidana dari Universitas Hasanuddin, Said Karim.

Said menjelaskan, perihal peran penyertaan dalam penerapan pasal 338 dan 340 tentang pembunuhan berencana, dalam KUHP.

Baca juga: Sambo dan Istri Minta Maaf kepada Orangtua Brigadir J

Bentuk pembantuan dalam tindak pidana mencakup pelaku, orang yang menyuruh melakukan, orang yang ikut serta melakukan, dan penganjur.

Menurut Said, keadaan tenang dalam sisi kejiwaan pelaku, memang menjadi point penting dalam menentukan terjadinya pembunuhan berencana atau tidak. Dan pemeriksaan kejiwaan tersebut harus dilakukan oleh Ahli Psikologi Forensik

“Laki-laki mana yang tenang saat mendengar berita bahwa istrinya menjadi korban pelecehan,” ujar Said dalam persidangan dikutip obsessionnews.com dari video Kompas.com, Selasa (3/1/2023).

Namun, pernyataan saksi ahli tersebut diingatkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) untuk tidak menyangkut fakta secara langsung. Untuk itu JPU keberatan.

“Izin yang mulia, keberatan. Karena sudah menyangkut fakta. Ahli inikan ahli tidak langsung, harusnya ilustrasi tidak boleh menyangkut fakta secara langsung, jadi kami keberatan,” ujar JPU dalam persidangan.

Selain soal metode, menurut Said, dalam dakwaan, juga perlu dijelaskan kapan kondisi tenang yang menjadi unsur penting perencanaan pembunuhan dalam pasal 340 KUHP mesti terpenuhi.

“Kondisi tenang pelaku pembunuhan berencana mesti sampai pelaksanaan pidana selesai,” ucapnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.