Rabu, 8 April 20

Jokowi Minta Polisi Tindak Pelaku Pembunuhan dan Kerusuhan di Wamena

Jokowi Minta Polisi Tindak Pelaku Pembunuhan dan Kerusuhan di Wamena
* Presiden Jokowi. (Foto: Setneg)

Bogor, Obsessionnews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada aparat TNI dan Polri untuk bisa memberikan pengamanan kepada masyarakat di Wamena, Papua. Termasuk menindak pelaku kerusuhan dan pembunuhan yang menewaskan 33 orang di Wamena.

 

Baca juga:

Peduli Wamena, Dana Kemanusian dari Parmusi Terkumpul Rp50 Juta

Terungkap! KNPB di Balik Aksi Demo Pelajar yang Berujung Anarkis di Wamena

Polisi Amankan 6 Orang Terkait Demo Rusuh di Wamena

 

“Saya sudah perintahkan ke Menko Polhukam dan TNI-Polri untuk mengejar perusuh-perusuh yang belum tertangkap,” kata Jokowi di Istana Bogor, Senin (30/9/2019).

Jokowi mengatakan, pelaku kerusuhan dan pembunuhan ini adalah kelompok kriminal bersenjata. Sebagian di antara mereka sudah yang ditangkap. Oleh karena itu, ia meminta jangan ada yang menggoreng isu menjadi seperti sebuah konflik etnis.

“Ini adalah kelompok kriminal bersenjata yang dari atas di gunung, turun ke bawah dan melakukan pembakaran-pembakaran rumah warga,” kata dia.

Jokowi pun mengimbau warga di Wamena tak perlu melakukan eksodus ke luar daerah. Ia mengklaim aparat keamanan sudah bisa mengamankan situasi di Wamena dengan penjagaan yang ketat.

Diketahui, kerusuhan di Wamena berawal dari aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019). Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena. Namun, polisi menyebut insiden rasialis itu tak pernah ada atau hoaks.

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto menyatakan, bahwa korban tewas berjumlah 33 orang. Pihak kepolisian sudah menetapkan lima tersangka terkait kerusuhan yang terjadi di Wamena, Senin (23/9/2019).

“Dari hasil pemeriksaan, lima tersangka sudah ditetapkan oleh Polres Wamena,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019).

Ia belum merinci lebih jauh mengenai peran kelima tersangka. Namun, Dedi menuturkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan para pelaku bukan berasal dari Wamena. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.