Jumat, 9 Desember 22

Jokowi Minta Para Staf Khususnya Perbaiki Komunikasi Politik

Jokowi Minta Para Staf Khususnya Perbaiki Komunikasi Politik
* Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden Jokowi meminta para staf khusus yang baru untuk memperbaiki komunikasi politik terutama dalam hal menyampaikan capaian kinerja pemerintah ke masyarakat, termasuk dunia internasional. Agar semua tahu tentang potensi yang dimiliki Indonesia. 

Pernyataan itu dikemukakan melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko usai mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan bersama empat staf khusus presiden tersebut di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).

“Tidak ada yang spesifik, intinya, bagaimana keempatnya membantu dalam hal komunikasi politik,” kata Moeldoko.

Jokowi menambah 4 staf khusus di lingkaran Istana. Keempat nama ini berasal dari kalangan profesi. Alasan Jokowi menambah staf khusus dikarenakan faktor kebutuhan. Terlebih tugas kepresidenan semakin banyak tahun ini.

Staf Khusus Presiden bidang Keagamaan Internasional, Siti Ruhaini Dzuhayatin, menjelaskan, tugasnya sebagai staf khusus presiden yakni membantu menyampaikan bagaimana mengkapitalisasikan modal yang dimiliki Indonesia. 

“Kita kan bangsa yang besar, kita bertahan sampai sekarang itu kan luar biasa. Kadang capaian itu tidak sampai ke luar, nah ini yang akan kita dorong,” jelasnya.

Keempat nama tersebut antara lain: 

1. Abdul Ghofar Rozin, Staf Khusus Presiden di acara keagamaan. Abdul akan mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke pondok pesantren.

2. Siti Ruhaini Dhzuhayatin, Staf Khusus Presiden bidang keagamaan internasional.

3. Adita Irawati, Staf Khusus Presiden bidang komunikasi ke kementerian dan lembaga.

4. Ahmad Erani, Staf Khusus Presiden bidang ekonomi, khususnya membantu mengenai dana desa. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.